Arsenal Hadapi Tekanan Juara, Mikel Arteta Pilih Tetap Membumi Jelang Laga Kontra Leeds

Mikel Arteta meminta Arsenal tetap membumi jelang laga kontra Leeds United. Pelatih The Gunners menegaskan timnya fokus pada perjalanan musim dan tekanan juara.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 31 Januari 2026, 16:07 WIB
Mikel Arteta. Pelatih Arsenal asal Spanyol yang kini berusia 40 tahun ini menjadi pelatih termuda di Liga Inggris musim 2022/2023. Ia mulai menangani Arsenal pada 22 Desember 2019 menggantikan posisi pelatih caretaker Arsenal saat itu, Freddie Ljungberg. Sebelumnya Mikel Arteta menjadi asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City sejak 3 Juli 2016. Hingga 8 laga pada musim 2022/2023 ini Arsenal dibawanya menduduki puncak klasemen sementara dengan mengoleksi 21 poin dari hasil 7 kali menang dan 1 kali kalah. (AP/Kirsty Wigglesworth)

Liputan6.com, Jakarta - Mikel Arteta menegaskan Arsenal tidak ingin larut dalam tekanan perburuan gelar Liga Inggris menjelang lawatan sulit ke markas Leeds United. Pelatih asal Spanyol itu meminta para pemain tetap membumi meski timnya sedang berada di puncak klasemen.

Arsenal sedang menjalani periode kurang ideal setelah gagal menang dalam tiga laga terakhir Liga Inggris. Kekalahan kandang dari Manchester United pada akhir pekan lalu memangkas keunggulan Arsenal menjadi empat poin.

Meski demikian, Arteta menilai posisi Arsenal saat ini masih sangat positif jika melihat perjalanan tim secara keseluruhan. Ia menekankan pentingnya memahami konteks musim yang sedang dijalani.

Arsenal juga tetap kompetitif di berbagai ajang lain, termasuk Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga. Kondisi tersebut menjadi alasan Arteta meminta timnya fokus pada hal-hal positif yang sudah dibangun.


Arteta Menyikapi Kekalahan dan Menjaga Perspektif Tim

Tim asuhan Mikel Arteta ini unggul tiga poin dari pesaing terdekatnya, Bayern Munchen, dan hanya membutuhkan satu poin untuk memastikan status juara grup. Tampak dalam foto, pelatih Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta saat memimpin sesi latihan tim di pusat pelatihan Arsenal di London Colney, utara London, pada Selasa 27 Januari 2026. (Ben STANSALL/AFP)

Arteta menyadari kekalahan selalu memunculkan banyak emosi, terutama bagi skuad Arsenal yang dikenal sangat kompetitif. Ia menyebut para pemain kerap melakukan refleksi mendalam ketika target tidak tercapai.

Menurut Arteta, tugasnya sebagai pelatih adalah menjaga keseimbangan antara optimisme dan realitas. Ia ingin para pemain memahami posisi Arsenal saat ini tanpa kehilangan rasa percaya diri.

"Ini tentang memahami di mana posisi Anda sekarang," ujar Arteta.

"Tentu saja ketika Anda kalah dalam sebuah pertandingan, muncul banyak perasaan, terutama pada kelompok pemain ini karena mereka sangat kompetitif. Peran saya adalah membawa optimisme dan realitas tentang posisi kami saat ini," ucap Arteta.


Arsenal Fokus pada Perjalanan Musim Secara Keseluruhan

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberi instruksi kepada para pemainnya saat pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan di Giuseppe Meazza, Italia, Rabu (21/1/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Arteta menilai posisi Arsenal pada bulan Februari merupakan pencapaian yang tidak mudah diraih. Ia menyinggung sejarah panjang klub yang membuat situasi saat ini patut diapresiasi.

Arsenal sendiri baru saja meraih kemenangan 3-2 atas Kairat Almaty di Liga Champions. The Gunners menyapu bersih delapan pertandingan fase liga dan melaju ke babak 16 besar sebagai pemuncak klasemen.

"Kami melakukan banyak hal dengan sangat baik dan mari fokus pada itu," ucap Arteta.

"Kami tentu ingin terus berkembang dengan rasa percaya diri bahwa kami berada di jalur yang tepat," tutur Arteta.


Arteta Ingin Pemain Bermain Bebas Tanpa Beban

Gelandang Arsenal, Declan Rice dan pelatih Mikel Arteta di laga melawan Crystal Palace, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Richard Pelham)

Menjelang laga melawan Leeds United pada Sabtu (31/1), Arteta memastikan kondisi tim relatif baik. Jurrien Timber dan William Saliba yang sempat diistirahatkan sudah siap tampil, sementara Max Dowman masih menjadi satu-satunya pemain yang absen.

Meski Leeds pernah kalah telak dari Arsenal pada Agustus lalu, Arteta mengingatkan bahwa lawan telah menunjukkan peningkatan signifikan. Leeds berhasil meraih sejumlah hasil positif dan menjauh dari zona degradasi.

"Saya ingin para pemain melepaskan tekanan ekspektasi dan bermain dengan kebebasan serta kenikmatan," ungkap Arteta.

"Kami harus memastikan perjalanan ini tetap indah karena apa yang ada di depan sangat besar. Semua orang harus menjadi bagian dari itu dengan optimisme dan suasana yang positif," imbuhnya.

Sumber: Flashscore

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya