IG Group Akuisisi Independent Reserve, Perluas Ekspansi Kripto

IG Group resmi mengakuisisi bursa kripto Independent Reserve setelah dapat persetujuan regulator Singapura.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 31 Januari 2026, 18:30 WIB
IG Group perkuat bisnis aset digital lewat pembelian bursa kripto Australia, Independent Reserve. Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan perdagangan asal London, IG Group, mengonfirmasi telah menyelesaikan akuisisi bursa kripto Australia, Independent Reserve, setelah memperoleh persetujuan regulator di Singapura pada 30 Januari.

Langkah ini memungkinkan IG Group memperluas layanan aset digital yang teregulasi ke berbagai pasar internasional pada tahun ini.

Berdasarkan laporan London South East, dikutip dari Coinmarketcap, Sabtu (31/1/2026), kesepakatan akuisisi ini pertama kali diumumkan pada September lalu dengan valuasi awal sebesar 178 juta dolar Australia atau sekitar 86,8 juta poundsterling.

Melalui transaksi ini, IG Group kini memiliki langsung bursa kripto berlisensi yang berbasis di Australia dan semakin aktif berekspansi di kawasan Asia.

Independent Reserve dikenal melayani investor ritel maupun institusi, dengan fokus pada kepatuhan regulasi dan standar keamanan platform.

Meski telah diakuisisi, operasional perusahaan tetap dijalankan oleh manajemen yang ada. Salah satu pendiri sekaligus CEO Independent Reserve, Adrian Przelozny, tetap memimpin perusahaan setelah pengambilalihan.

IG Group menyatakan akuisisi ini sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas bisnis di luar produk trading tradisional, dengan tetap mengedepankan pendekatan kripto yang patuh regulasi.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Layanan Kripto Diperluas

Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Setelah akuisisi rampung, IG Group berencana meluncurkan layanan perdagangan kripto berbasis teknologi Independent Reserve di Singapura, Australia, dan Uni Emirat Arab.

Peluncuran layanan tersebut ditargetkan berlangsung pada paruh kedua 2026, dengan catatan tetap menunggu persetujuan regulator di masing-masing negara.

Sebelumnya, IG Group juga telah memperluas penawaran aset digital, termasuk perdagangan spot untuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), serta XRP, yang ditujukan bagi investor ritel.

Kepala operasional IG Group untuk kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah, Matt Macklin, mengatakan akuisisi ini dilakukan untuk menjawab meningkatnya minat terhadap aset digital dengan tetap mengutamakan perlindungan nasabah.

Pada saat pengumuman, saham IG Group diperdagangkan di level 1.351 pence, naik sekitar 33% dalam setahun terakhir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya