Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 6,94% pada perdagangan 26-30 Januari 2026. Sentimen pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mendorong Goldman Sachs dan UBS menurunkan peringkat saham Indonesia membebani IHSG sepekan.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (31/1/2026), IHSG merosot 6,94% sehingga ditutup ke posisi 8.329,60. Pada pekan lalu, IHSG susut 1,3% menjadi 8.951,01. Selain itu, kapitalisasi pasar BEI terpangkas 7,37% menjadi Rp 15.046 triliun dari Rp 16.244 triliun pada pekan lalu.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, IHSG melemah 6,94% selama sepekan terdampak sentimen pengumuman MSCI pada Rabu, 28 Januari 2026. Hal itu mendorong aksi jual dan aliran dana investor asing yang keluar cukup besar. Selama sepekan, investor asing melepas saham Rp 13,92 triliun. Aksi jual ini lebih besar dari pekan lalu Rp 3,25 triliun.
“Setelah itu disusul oleh downgrade rating dari Goldman Sachs dan UBS terkait pengumuman MSCI tersebut,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
MSCI mengumumkan membekukan sementara perubahan terkait indeks tertentu saham Indonesia dalam tinjauan indeks Februari 2026. Kebijakan pembekuan itu mencakup peningkatan pada faktor inklusi asing atau Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares atau jumlah saham (NOS).
Kemudian, MSCI juga tidak akan menerapkan penambahan saham baru pada MSCI Investable Market Indexes (IMI) dan tidak akan menerapkan migrasi kenaikan saham di seluruh indeks termasuk dari Small Cap ke Standard.
“Perlakuan ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko perputaran indeks dan kemampuan investasi sambil memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk memberikan peningkatan transparansi yang berarti,”
Selain itu, kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 29,28% menjadi Rp 43,76 triliun dari Rp 33,85 triliun pada pekan lalu.
Rata-rata frekuensi transaksi harian meningka 1,59% menjadi 3,82 juta kali transaksi dari 3,76 juta kali transaksi pada pekan lalu. Sementara itu, data volume transaksi harian bursa merosot 3,69% menjadi 63,3 miliar saham dari 65,73 miliar saham pada pekan lalu.
Kinerja IHSG Pekan Lalu
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah selama sepekan pada perdagangan saham 19-23 Januari 2026. IHSG sepekan turun lebih dari satu persen hingga meninggalkan posisi 9.000. Akan tetapi, 10 saham mencatat koreksi terbesar atau top losers lebih dari koreksi IHSg selama sepekan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (24/1/2026), IHSG terpangkas 1,3% menjadi 8.951,01 dari pekan lalu di posisi 9.075,40. Kapitalisasi pasar merosot 1,62% menjadi Rp 16.244 triliun dari pekan lalu Rp 16.512 triliun.
Pada pekan ini, rata-rata volume transaksi harian mencatat kenaikan tertinggi sebesar 9,32% menjadi 65,73 miliar saham dari pekan lalu 60,12 miliar saham.
Sektor Saham
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian bertambah 3,59% menjadi Rp 33,85 triliun dari Rp 32,67 triliun pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian terpangkas 2,66% menjadi 3,75 juta kali transaksi dari 3,86 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Kinerja sektor saham bervariasi selama sepekan. Sektor saham transportasi dan logistic turun 6,99%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri melemah 6,68% dan sektor saham teknologi terpangkas 3,4%.
Selain itu, sektor saham energi merosot 3,35%, sektor saham basic materials naik 1,48%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 3,71%. Lalu sektor saham consumer siklikal menguat 1,38%, sektor saham perawatan kesehatan bertambah 1,27%, sektor saham keuangan turun 1,715. Lalu sektor saham properti dan real estate melemah 2,2%, sektor saham teknologi melemah 3,4% dan sektor saham infrastruktur bertambah 1,4%.