Kisah Lanti, Akhir Perjalanan Jadi Pekerja Migran di China Berlanjut di Ruang Perawatan

Lanti, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan Citamiang, Kota Sukabumi, kini menjalani perawatan intensif setelah dipulangkan dari China.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 31 Januari 2026, 06:30 WIB
Lanti (46) seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan Citamiang, Kota Sukabumi kini tengah menjalani perawatan intensif. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Lanti (46) seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan Citamiang, Kota Sukabumi kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Syamsudin SH setelah dipulangkan dari Shanghai, China, dalam kondisi lemas dan pucat.

Diketahui, Lanti sempat viral saat meminta pertolongan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam pesannya, dia mengeluhkan kondisinya sedang sakit saat bekerja di China. Selain itu, pihak keluarga sempat mengungkap adanya kendala biaya dan birokrasi untuk memulangkannya.

"Pemeriksaan saat ini mengarah ke benjolan atau tumor rahim, selaras dengan pemeriksaan dari dokter di China. Sejauh ini belum mengarah ke kanker serviks. Kami sedang melakukan stabilisasi keadaan umum terlebih dahulu," kata Humas RSUD Syamsudin SH, dr. Irfan kepada wartawan, Jumat 30 Januari 2026.

Pasalnya, pihak keluarga sempat mencemaskan adanya penyakit kanker serviks, namun pihak rumah sakit masih menunggu hasil laboratorium lengkap. 

"Kami terkendala dalam menerjemahkan dokumen resume medis pasien yang seluruhnya berbahasa China," ungkap dr Irfan.

Di sisi lain, kepulangan Lanti disambut haru oleh keluarga dan warga setempat. Yana Suryana, Ketua RT 03/07 Kelurahan Citamiang, berharap ada perhatian lebih bagi warganya tersebut agar tidak perlu kembali bekerja ke luar negeri.

"Mudah-mudahan ada bantuan ke depannya supaya tidak berangkat lagi. Kasihan, posisinya sekarang kurang fit, sementara beliau harus mencukupi kebutuhan anaknya yang masih sekolah," ujar Yana.

 

Harapan Keluarga

Senada dengan Yana, Emis (60) selaku kakak ipar, merasa bersyukur Lanti bisa kembali meski harus menunggu belasan jam di perjalanan. 

"Perasaannya ya bahagia, alhamdulillah. Harapannya bisa produktif di sini, di rumah saja," ungkapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya