Liputan6.com, Ottawa - Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney pada Kamis (29/1/2026) menegaskan harapannya agar pemerintahan Amerika Serikat (AS) menghormati kedaulatan Kanada. Pernyataannya muncul menyusul laporan yang menyebutkan adanya pertemuan antara pejabat AS dan kelompok separatis yang mendorong kemerdekaan Provinsi Alberta.
Harian Financial Times melaporkan bahwa pejabat Kementerian Luar Negeri AS telah mengadakan tiga kali pertemuan dengan Alberta Prosperity Project (APP), sebuah kelompok yang mendorong diadakannya referendum untuk menentukan apakah provinsi penghasil energi di wilayah barat Kanada tersebut akan memisahkan diri dari Kanada.
Advertisement
"Kami mengharapkan pemerintahan AS untuk menghormati kedaulatan Kanada. Saya selalu menegaskan hal itu dalam percakapan saya dengan Presiden Donald Trump,” ujar Carney dalam sebuah konferensi pers seperti dikutip dari CNA.
Ia menambahkan bahwa Presiden Trump tidak pernah mengangkat isu separatisme Alberta dalam pembicaraan dengannya.
APP, yang menilai kebijakan pemerintah federal di Ottawa telah menghambat perkembangan Alberta, disebutkan ingin mengadakan pertemuan lanjutan bulan depan dengan pejabat Kementerian Luar Negeri AS dan Kementerian Keuangan AS. Menurut laporan Financial Times, dalam pertemuan tersebut, APP berencana mengajukan permintaan fasilitas kredit senilai USD 500 miliar.
Suara Pemimpin Alberta
Sementara itu, Perdana Menteri Provinsi Alberta Danielle Smith menyatakan bahwa dirinya ingin Alberta tetap menjadi bagian dari Kanada. Namun, ia juga menyoroti hasil jajak pendapat yang menunjukkan sekitar 30 persen penduduk Alberta merasa jenuh dengan apa yang mereka anggap sebagai campur tangan berlebihan pemerintah federal di Ottawa.
Alberta merupakan provinsi yang tidak memiliki akses langsung ke laut. Dalam konteks ini, Smith mendorong pembangunan pipa minyak baru menuju Pantai Pasifik. Namun, rencana tersebut harus melintasi Provinsi British Columbia, yang telah ditolak oleh perdana menteri provinsi tersebut, David Eby.
Hubungan antara Eby dan Smith dikenal kurang harmonis. Menanggapi isu tersebut, Eby sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa "pergi ke negara asing dan meminta bantuan untuk memecah belah Kanada … adalah pengkhianatan."
Di sisi lain, pekan lalu Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada sebuah stasiun radio, "Saya pikir kita sebaiknya membiarkan mereka datang ke AS."
Ketika ditanya mengenai kemungkinan referendum di Alberta, ia menjawab, "Orang-orang menginginkan kedaulatan. Mereka menginginkan apa yang dimiliki AS."
Dalam beberapa pekan terakhir, Carney dan Trump kerap saling melontarkan pernyataan keras. Carney, yang menyebut Trump sebagai seorang negosiator ulung, menilai dinamika tersebut kemungkinan berkaitan dengan rencana peninjauan kembali perjanjian dagang AS–Meksiko–Kanada yang dijadwalkan dimulai pada akhir tahun ini.