Polri Sebut Punya Pengalaman Bongkar Kasus Saham Gorengan

Bareskrim Polri mendalami dugaan praktik saham gorengan usai IHSG sempat anjlok, meski indeks kembali menguat pada penutupan perdagangan Jumat.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 31 Januari 2026, 04:16 WIB
Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melemah 8,0 persen ke level 7.654,66. Tampak dalam foto, pengunjung berfoto di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri akan mendalami indikasi tindak pidana terkait praktik manipulasi harga atau saham gorengan menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa waktu lalu.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Ade Safri Simanjuntak mengatakan, pendalaman dilakukan karena penyidik saat ini juga tengah menangani sejumlah perkara serupa.

“Pasti (akan mendalami). Saat ini pun penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas beberapa perkara serupa,” kata Ade Safri di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Ade Safri menyebut, salah satu kasus manipulasi saham yang telah ditangani Dittipideksus Bareskrim Polri adalah perkara yang menjerat Direktur PT Multi Makmur Lemindo, Junaedi, serta mantan Kepala Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 2 Divisi PP1 Bursa Efek Indonesia (BEI), Mugi Bayu.

Menurutnya, perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap. Keduanya terbukti melanggar Pasal 104 juncto Pasal 90 huruf c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Putusan masing-masing dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan dan denda Rp2 miliar,” ujar Ade Safri.

 

Apa Penyebab Anjloknya IHSG?

Sebelumnya, IHSG BEI pada Rabu (28/1) ditutup melemah tajam akibat aksi panic selling pelaku pasar menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait proses review dan rebalancing saham Indonesia.

IHSG saat itu ditutup turun 659,67 poin atau 7,35 persen ke level 8.320,55.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan IHSG dipicu oleh penilaian MSCI mengenai transparansi pasar saham Indonesia serta rendahnya tingkat free float sejumlah emiten. Laporan tersebut dinilai membuka dugaan praktik manipulasi harga saham.

“Ini hanya syok sesaat. Jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa memenuhi syarat MSCI dan akan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun ya saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global gitu,” ujar Purbaya.

Namun demikian, pada perdagangan Jumat sore, IHSG kembali menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup naik 97,41 poin atau 1,18 persen ke posisi 8.329,61. Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 20,52 poin atau 2,52 persen ke level 833,53.


Short Description

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya