Jose Mourinho dan 'Duel Ulang' Benfica vs Real Madrid di Play-off Liga Champions

Real Madrid kembali bertemu Benfica di Liga Champions 2025/2026. Sorotan tertuju pada Jose Mourinho dan catatan uniknya melawan mantan klub.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 30 Januari 2026, 19:57 WIB
Sebuah momen hampir mustahil terjadi di Estadio da Luz, Lisbon. Ketika waktu hampir habis dan harapan Benfica tampak memudar, justru sang kiper, Anatoliy Trubin, muncul sebagai pahlawan. Gol sundulannya di menit ke-98 menjadi penutup laga penuh drama yang mengantar Benfica asuhan Jose Mourinho ke babak play-off Liga Champions. (AP Photo/Armando Franca)

Liputan6.com, Jakarta - Liga Champions 2025/2026 menghadirkan pertemuan sarat narasi besar. Real Madrid dan Benfica dipastikan saling berhadapan pada babak play-off menuju 16 Besar dengan Jose Mourinho sebagai poros utama.

Duel ini bukan sekadar laga hidup-mati menuju fase gugur. Partai tersebut menjadi ulangan matchday ke-8 League Phase, ketika Benfica secara dramatis menundukkan Real Madrid 4-2 di Stadion da Luz.

Nama Jose Mourinho langsung menjadi pusat perhatian. Pelatih karismatik asal Portugal itu kini menukangi Benfica, sekaligus memiliki sejarah panjang bersama Real Madrid.

Pertemuan ini pun menghadirkan lapisan emosi, memori, dan fakta menarik. Mourinho akan kembali menantang mantan klubnya, membawa Benfica menghadapi raksasa Eropa yang pernah ia tangani di masa puncak kariernya.


Rekor Jose Mourinho Melawan Real Madrid

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, merayakan kemenangan atas Real Madrid bersama anak gawang di Liga Champions, di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Armando Franca)

Kemenangan 4-2 atas Real Madrid menjadi momen spesial bagi Jose Mourinho. Itu adalah kemenangan pertamanya melawan mantan timnya sejak berpisah dengan klub ibu kota Spanyol tersebut.

Menariknya, Mourinho sangat jarang menghadapi Real Madrid sebagai lawan. Sejak meninggalkan Santiago Bernabeu pada 2013, ia hanya dua kali bertemu Los Blancos sebelum laga bersama Benfica ini.

Catatan pertemuannya mencerminkan betapa sulitnya menghadapi Real Madrid, bahkan bagi Mourinho sendiri. Bersama Porto, ia beberapa kali berhadapan dengan Madrid di awal 2000-an, dengan hasil yang mayoritas tidak berpihak kepadanya.

Rekor pertemuan tersebut akhirnya berubah di Liga Champions musim ini. Benfica asuhan Mourinho mampu mengalahkan Real Madrid, sekaligus menorehkan kemenangan bersejarah yang mempertegas sentuhan taktik sang pelatih di level tertinggi Eropa.


Mourinho dan Real Madrid: Prestasi Besar, Satu Mimpi yang Gagal

Kabar ini diumumkan tak lama setelah Bruno Lage dipecat. Keputusan itu diambil usai Benfica menelan kekalahan 2-3 dari Qarabag di Liga Champions. (AP Photo/Ana Brigida)

Jose Mourinho pernah berada di pusat proyek ambisius Real Madrid. Selama periode 2010 hingga 2013, ia dipercaya membangun ulang Los Blancos untuk menantang dominasi Barcelona dan Eropa.

Secara domestik, Mourinho tergolong sukses. Ia mempersembahkan gelar La Liga, Piala Spanyol, dan Piala Super Spanyol, sekaligus mengembalikan mental juara Madrid di kompetisi domestik.

Namun, ada satu target besar yang gagal ia capai. Trofi Liga Champions, kompetisi yang menjadi identitas Real Madrid, justru luput dari genggaman Mourinho selama tiga musim di Santiago Bernabeu.

Madrid selalu terhenti di babak semifinal Liga Champions di bawah arahannya. Kini, sebagai pelatih Benfica, Mourinho kembali berdiri di hadapan klub yang meninggalkan luka profesional dalam kariernya.

Sumber: BBC Sport

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya