Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memastikan kesalahpahaman dengan Rais Aam PBNU telah selesai. Menurut dia, seluruh pihak kini kembali menjalankan kesepakatan organisasi sebagaimana mestinya.
Dia menyampaikan, penyelesaian tercapai usai pertemuan dalam Rapat Pleno yang dipimpin Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan diikuti jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, Mustasyar, dan A'wan serta Pimpinan Badan Otonom dan Lembaga PBNU. Rapat Pleno tersebut digelar secara hybrid dan menghasilkan sejumlah keputusan strategis.
Advertisement
“Setelah pertemuan kemarin sore, semuanya kembali ke default. Artinya, seluruh kesepakatan yang sudah ada kita jalankan bersama-sama,” kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Minggu (30/1/2026).
Dia menjelaskan, persoalan yang muncul antara dirinya dan Rais Ama sebelumnya bukan lah menyangkut perbedaan prinsip, melainkan lebih pada kesalahpahaman teknis. Salah satunya terkait pencantuman nama Rais Aam dalam undangan kegiatan Harlah NU ke-100 yang akan berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026.
“Sebelumnya lebih pada kesalahpahaman teknis, bukan persoalan prinsip. Prinsip untuk melaksanakan peringatan Harlah itu sejak awal sudah disepakati bersama,” jelas dia.
Gus Yahya: NU Guyub Lagi
Menurut Gus Yahya, kesalahpahaman tersebut tidak lagi menjadi persoalan setelah dilakukan komunikasi dan pertemuan langsung antarpihak. Ia menegaskan bahwa seluruh agenda organisasi kini kembali dijalankan secara kolektif sebagaimana mestinya.
“Dengan pertemuan kemarin, semua hal yang bersifat teknis sudah selesai dan tidak lagi menjadi masalah,” ujarnya.
Gus Yahya juga menyampaikan optimismenya bahwa seluruh unsur NU akan kembali hadir dan berpartisipasi dalam puncak peringatan Harlah di Istora Senayan. Ia menyebut, komunikasi dengan berbagai pihak telah dilakukan, termasuk kepada para pengurus wilayah dan cabang di seluruh Indonesia.
“Insya Allah besok semuanya kembali hadir bersama, dan kita bisa melihat NU dalam keadaan guyub lagi,” kata dia.