AMRT Buka Gerai Pertama di Bangladesh, Targetkan 800 Gerai Lainnya di Dalam Negeri

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membuka gerai barunya di Dhaka, Bangladesh.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 30 Januari 2026, 12:10 WIB
Ilustrasi gerai Alfamart (Foto: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Liputan6.com, Jakarta - Kembali ekspansi ke luar negeri, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), membuka gerai barunya di Dhaka, Bangladesh. Gerai tersebut tetap membawa brandnya, Alfamart Trading Bangladesh Limited.

Pembukaan perdananya di negeri enam musim itu, dilakukan pada 27 Januari 2026. Retail dalam negeri tersebut mengaku tidak sendirian berdiri di sana, melainkan hasil kolaborasi dengan Mitsubishi Corporation Jepang, dan Kazi Farms Group dari Bangladesh.

"Kita baru buka toko pertama kita pada tanggal 27 Januari lalu di Bangladesh. Sengaja tidak kita umumkan saat itu, karena baru satu saja, kita uji coba gerai pertama ini di sana,"ujar Corporate Affairs Director AMRT, Solihin, Kamis (29/1/2026).

Meski baru 1 toko di Bangladesh, pihaknya berharap bisa membuka hingga ratusan toko di negara tersebut. Namun sayangnya, Solihin enggan menyebutkan berapa nilai investasi di negara tersebut.

Sementara, bukan hanya target buka gerai di luar negeri, pangsa dalam negeri pun masih jadi target utama Alfamart. AMRT menargetkan pembukaan sekitar 800 gerai baru pada tahun ini, dengan fokus ekspansi utama di wilayah luar Pulau Jawa.

"Memang akan tetap ada toko di Jabodetabek, tapi bukan jadi tujuan utama, kitia fokus ke luar Pulau Jawa,"katanya.

Menurutnya, setiap pembukaan gerai banyak pertimbangan yang harus dilakukan. Termasuk kepadatan penduduk, kelayakan sewa setara atau tidak dengan bisnis yang akan berkembang, hingga potensi wilayah beberapa tahun ke depan.

Maka itu, AMRT memilih mengembangkan gerainya ke luar Pulau Jawa.

Sementara itu, sepanjang tahun 2025, AMRT sudah membuka 1.081 gerai baru. Sehingga total saat ini, ada 21.120 gerai di seluruh wilayah Indonesia. Angka tersebut juga sudah memperhitungkan penutupan sejumlah gerai yang terjadi selama tahun berjalan.

Alfamart (AMRT) Akan Buyback 650 Juta Saham, Nilainya Segini

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart akan menggelar pembelian kembali atau buyback saham maksimal Rp 1,5 triliun. Jumlah saham yang akan di-buyback maksimal 650 juta saham.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (5/12/2025), pembelian kembali saham AMRT akan dilaksanakan selama tiga bulan sejak 8 Desember 2025-6 Maret 2026.

Jumlah saham AMRT yang akan dibeli kembali tersebut tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Selain itu, jumlah saham free float setelah buyback tidak akan menjadi kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor.

Buyback saham yang dilakukan, menurut perseroan tidak akan menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan perseroan. Hal ini seiring perseroan memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai pembelian kembali saham dan membiayai kegiatan usaha perseroan.

Pembelian kembali saham dilakukan secara bertahap dan secara penuh melalui BEI. Adapun perseroan akan menunjuk satu perusahaan efek untuk melakukan pembelian kembali saham. Setelah berakhirnya periode buyback saham, perseroan akan menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri.

"Perseroan akan melakukan pengalihan atas saham hasil Pembelian Kembali Saham dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku khususnya POJK No. 29/2023 dan POJK No. 13/2023,”

 

Ketentuan

IHSG menguat 24,13 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 7.196,75. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun pembelian kembali saham akan dilakukan sesuai ketentuan antara lain:

1.Peraturan OJK No. 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka (POJK No. 29/2023).

2. Peraturan OJK No. 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan Dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasisecara Signifikan (POJK No. 13/2023);

3. Surat OJK No. S-102/D.04/2025 tanggal 17 September 2025 perihal Kebijakan Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan.

Harga saham AMRT ditutup melemah 0,27% ke posisi Rp 1.845 per saham. Harga saham AMRT dibuka stagnan di posisi Rp 1.850 per saham. Saham AMRT berada di level tertinggi Rp 1.855 dan level terendah Rp 1.825 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.179 kali dengan volume perdagangan 402.890 saham. Nilai transaksi Rp 74,3 miliar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya