Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan penyedia layanan kustodian kripto berbasis di London, Copper, dikabarkan tengah menjajaki opsi untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Langkah ini muncul seiring meningkatnya minat investor institusi terhadap infrastruktur kripto yang teregulasi, bukan lagi sekadar model bisnis berbasis token.
Dikutip dari Coinmarketcap, Jumat (30/1/2026), berdasarkan sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Copper masih berada dalam tahap diskusi awal terkait rencana IPO.
Advertisement
Perusahaan sedang mengevaluasi berbagai opsi pencatatan saham di tengah meningkatnya perhatian investor pada “infrastruktur dasar” aset digital, seperti layanan kustodian, penyelesaian transaksi (settlement), manajemen agunan, dan sistem manajemen risiko untuk aktivitas kripto institusional.
Rencana Copper muncul hanya sepekan setelah perusahaan kustodian kripto pesaingnya, BitGo, resmi melantai di Bursa Efek New York (NYSE). BitGo menetapkan harga IPO di atas kisaran awal, yakni USD 18 per saham, dan berhasil menghimpun dana sekitar USD 212,8 juta dengan valuasi sekitar USD 2,08 miliar.
Meski menunjukkan kuatnya permintaan terhadap infrastruktur kripto yang teregulasi, saham BitGo sempat berfluktuasi dan turun sekitar 30% dari posisi tertinggi pasca-IPO menjadi sekitar USD 12,50 pada akhir Januari 2026.
Namun, aksi korporasi itu dinilai membuka kembali peluang IPO bagi perusahaan aset digital dengan model bisnis patuh regulasi dan menghasilkan pendapatan stabil.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Produk Andalan
Copper dilaporkan telah melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah bank investasi besar, termasuk Goldman Sachs, Citigroup, dan Deutsche Bank, untuk membahas potensi pencatatan saham.
Sumber menyebutkan proses IPO baru akan berjalan jika Copper mampu mencapai target pendapatan jangka pendek tertentu, karena investor dan penjamin emisi kini lebih selektif setelah volatilitas tinggi di sektor saham kripto.
Didirikan pada 2018, Copper berfokus membangun infrastruktur tingkat institusi, bukan perdagangan ritel atau penerbitan token. Produk andalannya, ClearLoop, memungkinkan institusi menyimpan aset dalam kustodian terpisah dan hanya melakukan penyelesaian di bursa saat transaksi dieksekusi, sehingga menekan risiko pihak lawan dan risiko bursa.
Perusahaan juga memperluas layanan ke manajemen agunan dan pembiayaan. Terbaru, Copper memperdalam perannya sebagai kustodian dan pengelola agunan untuk Cantor Fitzgerald dalam aktivitas pembiayaan berbasis jaminan Bitcoin.
Selain itu, Copper mulai masuk ke produk keuangan tertokenisasi, termasuk mendukung reksa dana pasar uang berbasis token seperti BlackRock BUIDL.
Belum Mengonfirmasi
Rencana IPO Copper mencerminkan perubahan cara pandang investor pasar publik terhadap perusahaan kripto. Fokus kini bergeser dari pertumbuhan berbasis volume perdagangan spekulatif ke perusahaan penyedia infrastruktur patuh regulasi dengan pendapatan yang lebih stabil dari bank, manajer aset, dan institusi besar.
Hingga kini Copper belum mengonfirmasi jadwal maupun lokasi pencatatan saham. Namun, penjajakan IPO ini menandakan meningkatnya kepercayaan bahwa perusahaan infrastruktur kripto teregulasi berpeluang masuk pasar publik pada 2026, meski pengawasan investor tetap ketat.