Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Jakarta Garden City (JGC) menegaskan akan mempercepat revitalisasi infrastruktur dan memperbaiki fasilitas sosial dan umum bagi penghuni sebagai upaya untuk memastikan kenyamanan warga serta menjaga nilai investasi properti di kawasan tersebut.
Direktur Residensial dan Komersial PT Modernland Realty Tbk, Sami Miettinen menjelaskan bahwa manajemen berupaya menghadirkan tindakan nyata agar kawasan tetap aman, nyaman dan berkualitas.
Advertisement
"Manajemen berkomitmen untuk terus merealisasikan langkah-langkah nyata agar Jakarta Garden City senantiasa menjadi kawasan hunian yang aman, nyaman, dan berkualitas," ujar Sami, melansir Antara, Kamis 29 Januari 2026.
Salah satu fokus utama yang tengah digarap adalah peningkatan kualitas infrastruktur jalan. Ini diperlukan berdasarkan meningkatnya aktivitas lalu lintas akibat pembangunan hunian, area komersial, serta fasilitas umum di dalam dan sekitar kawasan.
Manajemen menyatakan rencana parawatan dan peningkatan jalan secara berkelanjutan, terutama untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang terjadi sejak Desember 2025 hingga diperkirakan berlanjut sampai Maret 2026. Pekerjaan fisik pun dilakukan secara bertahap.
Terkait isu lingkungan yang dikaitkan dengan operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, manajemen menyatakan dukungan kepada warga dengan melakukan koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta serta pengelola fasilitas RDF tersebut untuk mendorong penerapan langkah-langkah mitigasi teknis.
"Manajemen secara aktif melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta serta pengelola fasilitas terkait guna mendorong penerapan langkah-langkah mitigasi," terang Sami.
Komunikasi Publik dan Dukungan Mitigasi Isu Lingkungan
Tidak hanya itu, manajemen juga membuka ruang dialog dua arah dengan warga khususnya terkait aspirasi pengelolaan klaster secara mandiri. Setiap usulan warga akan dikaji berdasarkan ketentuan dan regulasi yang berlaku agar standar kawasan tetap terjaga tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.
"Manajemen tetap membuka ruang dialog dan komunikasi dua arah," ungkap Sami.
Respons ini datang setelah puluhan warga Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, turun ke jalan pada 17 Januari 2026 lalu untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada kepala pengelola kluster perumahan terkait persoalan bau sampah dari RDF Rorotan dan perbaikan infrastruktur.
Warga mendesak manajemen untuk menindaklanjuti keluhan tersebut yang sudah mulai rusak serta penuntasan masalah polusi bau sampah dari RDF Rorotan.