Liputan6.com, Jakarta - Goldman Sachs menurunkan peringkat saham Indonesia pada Kamis, (29/1/2026). Goldman Sachs menilai, potensi arus dana miliaran dolar Amerika Serikat (AS) mungkin terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyoroti masalah transparansi dan memperingatkan peringkatnya dapat diturunkan menjadi status frontier market.
Mengutip the Business Times, pernyataan MSCI dan keputusannya untuk membekukan saham di indeks tertentu menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham Rabu, 28 Januari 2026.
Advertisement
"Kami memperkirakan pasar akan tetap berada di bawah tekanan dan tidak melihat ini sebagai titik masuk,” ujar Strategist Goldman.
Hal itu disampaikan saat Goldman Sachs menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight dari market weight.
Adapun mengutip Investopedia, underweight ketika ketika sebuah saham mendapat peringkat underweight, itu berarti analis merekomendasikan agar investor mengurangi kepemilikan saham tersebut dalam portofolio mereka karena ekspektasi kinerjanya yang kurang baik dalam jangka waktu tertentu.
Underweight biasa digunakan oleh analis keuangan dan manajer investasi untuk menggambarkan rekomendasi terhadap suatu saham yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih rendah dibandingkan dengan saham lain dalam sektor yang sama atau dibandingkan dengan indeks pasar secara keseluruhan.
Dalam catatan riset terpisah, para ahli strategi Goldmand memperkirakan dana arus pasif keluar sekitar USD 2,2 miliar atau Rp 36,81 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 16.730) berdasarkan pengurangan free float. Goldman menganggap ini sebagai skenario yang relatif “jinak”.
Dalam skenario ekstrem penurunan peringkat penuh menjadi pasar negara berkembang, yang menurut mereka tidak mungkin terjadi, arus keluar dana dapat mencapai USD 7,8 miliar atau Rp 130,5 triliun.
Dampak MSCI
Peringatan MSCI ini merupakan kemunduran terbaru bagi perekonomian terbesar di Asia Tenggara, yang tengah bergulat dengan arus keluar dana asing yang terus berlanjut, mata uang yang lemah, dan kekhawatiran investor atas defisit fiskal yang semakin melebar serta otonomi bank sentral.
Berdasarkan data LSEG, investor asing melepas saham Rp 13,96 triliun pada 2025, tahun terburuk untuk arus dana keluar sejak 2020. Hal itu berlanjut pada Januari.
Pada Rabu pekan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan, pemerintah Indonesia akan segera mengadakan pertemuan terkait MSCI.
Portfolio Specialist T.Rowe Price Rahul Ghosh menuturkan, peringatan dari MSCI dan tindakan apapun pada masa mendatang dapat berdampak negatif yang lebih luas pada ekonomi jika hal itu membuat penggalangan modal lebih sulit atau lebih mahal melalui premi risiko yang lebih tinggi.
Pembukaan IHSG 29 Januari 2026
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok pada perdagangan saham Kamis, (29/1/2026). IHSG hari ini kembali koreksi setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). Selain itu, Goldman Sachs juga menurunkan peringkat Indonesia.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka anjlok 293 poin ke posisi 8.027,82. Pada pukul 09.07 WIB, IHSG turun 5,67% ke posisi 7.844. IHSG turun 7,25% ke posisi 7.715 pada pukul 09.21 WIB. Indeks saham L45 turun 5,36% ke posisi 768,29. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 8.049,09 dan level terendah 7.833,59. Sebanyak 591 saham melemah sehingga bebani IHSG. 57 saham menguat dan 42 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 414.353 kali dengan volume perdagangan saham 5,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.757.
Seluruh sektor saham kompak tertekan. Sektor saham infrastruktur merosot 7,92%, dan pimpin koreksi. Sektor saham energi melemah 7,4%, sektor saham basic terperosok 5,27%, sektor saham industri melemah 4,7%, sektor saham consumer nonsiklikal turun 5,17%.
Selanjutnya sektor saham siklikal terperosok 6,3%, sektor saham kesehatan melemah 3,98%, sektor saham keuangan terpangkas 4,28%, sektor saham properti susut 5,63%. Lalu sektor saham teknologi susut 4,74%, sektor saham infrastruktur melemah 8,2% dan sektor saham transportasi terperosok 4,06%.
Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, saham PSAB turun 4,17% ke posisi Rp 575 per saham. Harga saham PSAB dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 610 per saham. Saham PSAB berada di level tertinggi Rp 615 dan level terendah Rp 570 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.886 kali dengan volume perdagangan saham 344.987 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 21 miliar.