Liputan6.com, Jakarta - Pejabat Pemerintah Inggris berharap bank memperlakukan semua bisnis secara adil, termasuk penyedia layanan kripto, sebagai bagian dari ambisi pemerintah untuk menjadikan negara itu sebagai pusat aset digital internasional.
Mengutip Yahoo Finance, Kamis (29/1/2026), Pemerintah telah mengajukan undang-undang untuk regulasi aset kripto ke Parlemen dan mengharapkan aturan final akan dikonfirmasi tahun ini, "memberikan kepastian yang dibutuhkan bisnis kripto untuk berinvestasi dan berkembang di Inggris," ujar juru bicara Kementerian Keuangan dan Ekonomi Inggris, kepada Coindesk.
Advertisement
Pernyataan ini muncul setelah sebuah kelompok lobi kripto dan Coinbase menuduh bank-bank Inggris memblokir jutaan pelanggan untuk mengakses layanan aset digital yang "sepenuhnya" legal.
"Kami mengharapkan bisnis diperlakukan secara adil," kata juru bicara Kementerian Keuangan kepada CoinDesk.
Ia menambahkan, perusahaan kripto yang diotorisasi oleh Otoritas Perilaku Keuangan (FCA) tidak boleh diperlakukan berbeda hanya karena sektor mereka.
"Kami tidak mengharapkan perusahaan berlisensi tersebut dikenai pembatasan akun atau transaksi oleh penyedia layanan perbankan," kata juru bicara tersebut.
Meskipun kerangka regulasi kripto di Inggris mulai terbentuk, banyak bank terus memblokir pelanggan untuk mengakses bursa kripto yang terdaftar di FCA, demikian menurut laporan Dewan Bisnis Aset Kripto Inggris.
Laporan tersebut, berdasarkan survei terhadap 10 bursa kripto utama yang beroperasi secara legal di Inggris, menemukan tujuh di antaranya mengatakan lingkungan perbankan menjadi lebih tidak ramah pada 2025, sementara tiga lainnya mengatakan tetap tidak berubah.
Bank Blokir Jutaan Pelanggan
Daftar perusahaan aset kripto FCA yang memenuhi aturan anti pencucian uang dan pendanaan kontra terorisme kini mencakup 59 perusahaan, termasuk Coinbase, Kraken, dan Gemini.
Regulator tersebut pekan lalu memulai konsultasi akhir tentang aturan yang akan berlaku pada Oktober 2027. Undang-undang Departemen Keuangan yang disahkan pada akhir tahun 2025 memperluas aturan keuangan yang ada untuk mencakup sektor ini.
Kepala Kebijakan Internasional Coinbase, Tom Duff Gordon mengatakan, kepada CoinDesk laporan tersebut menunjukkan bank-bank Inggris memblokir jutaan pelanggan untuk mengakses "layanan yang sepenuhnya legal dan sesuai, seringkali tanpa penjelasan dan tanpa penilaian risiko yang tepat."
Bank Memberlakukan Pembatasan
Gordon menuduh bank-bank memberlakukan pembatasan menyeluruh yang gagal membedakan antara perusahaan yang terdaftar di FCA dengan tingkat penipuan rendah dan operator berisiko lebih tinggi. “Ini tidak baik untuk konsumen,” katanya,
"Dan ini merusak ambisi pemerintah untuk menjadikan Inggris sebagai pusat keuangan digital.”
"Kami mendukung regulasi yang ketat, tetapi orang-orang yang telah menyelesaikan semua pemeriksaan yang diperlukan harus dapat mengakses layanan yang sah dan teregulasi tanpa hambatan sewenang-wenang.”