Liputan6.com, Jakarta - International Global Network (IGN), organisasi pendidikan internasional yang berfokus pada pengembangan potensi dan kepemimpinan anak muda, merayakan satu dekade kiprahnya melalui penyelenggaraan press conference bertajuk “Connecting Dreams: A Decade of Inspiring Global Youth Leaders”. Kegiatan ini menandai awal rangkaian perayaan 10th Anniversary IGN yang puncaknya akan berlangsung sepanjang 2026.
"Ini menjadi tonggak yang selanjutnya untuk kita memperkenalkan program-program yang kita lakukan baik secara lokal dan juga internasional,” ujar President of International Global Network, Muhammad Fahrizal, di Discovery Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026).
Advertisement
Perayaan satu dekade IGN sejalan dengan kebutuhan anak muda menghadapi tantangan dunia profesional global. Berdasarkan riset World Economic Forum, keterampilan seperti berpikir analitis dan kreatif, adaptif, kepemimpinan, empati, hingga kemampuan memengaruhi orang lain menjadi skill krusial yang harus dimiliki generasi muda saat ini.
Delapan dari sepuluh keterampilan utama tersebut, menurut IGN, dapat diperoleh melalui program Model United Nations (MUN), sebuah simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melatih peserta menjadi delegasi suatu negara dalam forum internasional.
Telah Selenggarakan Lebih dari 60 Event Internasional
Selama 10 tahun perjalanan, IGN telah menyelenggarakan lebih dari 64 kegiatan Model United Nation (MUN) berskala internasional di berbagai negara. Kegiatan tersebut tidak hanya digelar di Indonesia, tetapi juga di Thailand, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, dan negara-negara Asia lainnya.
“International Global Network membuat event internasional di mana kurang lebih kita sudah memiliki 60 plus international event yang kita selenggarakan. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai macam negara,” kata Fahrizal.
Jumlah alumni IGN yang mengikuti kegiatan secara luring telah mencapai lebih dari 31 ribu orang, sementara alumni dari konferensi virtual yang digelar sejak 2020 telah melampaui 21 ribu peserta.
“Kita sudah menjangkau ratusan ribu bahkan jutaan orang dengan alumni puluhan ribu orang di seluruh dunia,” ujarnya.
Proses Seleksi Ketat dan Kolaborasi dengan Sekolah
IGN mencatat total registran program MUN mencapai sekitar 1,1 juta orang, dengan lebih dari 31 ribu di antaranya menjadi alumni. Perbedaan jumlah tersebut disebabkan adanya proses seleksi ketat yang harus dilalui peserta.
"Dari tahun 2016 para peserta itu mereka langsung mendaftar melalui website dan mereka akan menuliskan paper dimana paper itu akan kita kurasi atau kita seleksi untuk kita pilih siapa yang mereka layak untuk mengikuti program kami,” jelas Fahrizal.
Sejak 2022, IGN juga memperluas kolaborasi dengan sekolah-sekolah di Indonesia, di mana proses seleksi tidak hanya dilakukan oleh IGN, tetapi juga melalui mekanisme penyaringan di sekolah.
"Ada dua jalan untuk bisa mengikuti program kami, tapi sama-sama melalui proses seleksi dimana mereka tidak hanya di challenge untuk memahami tentang isu global yang sedang hangat pada saat itu tetapi juga kemampuan skill, bahasa inggris nya juga harus baik karena ini forum internasional,” paparnya.
Sertifikat Diakui Nasional dan Internasional
Program unggulan IGN, yakni AYIMUN (Asia Youth International MUN) dan AWMUN (Asia World MUN), masuk dalam lima besar MUN terbaik di Asia.
Kedua program tersebut juga telah terkurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia dengan peringkat bintang 4 dari 5, serta diakui oleh BSKK Kementerian Pendidikan Malaysia.
"Kalau misalkan para peserta anak SMP atau SMA itu sertifikatnya akan memiliki kredit skor yang tinggi, itu akan sangat memudahkan bagi anak-anak untuk bisa masuk universitas, top university di Indonesia,” kata Fahrizal.
Kementerian Pariwisata Indonesia turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan AWMUN XV yang akan digelar di Bali serta AYIMUN Chapter di berbagai wilayah Indonesia. Program IGN bahkan telah masuk dalam agenda resmi Kementerian Pariwisata.
Dukungan tersebut dinilai sebagai pengakuan terhadap kontribusi IGN dalam pengembangan sumber daya manusia muda Indonesia yang berwawasan global.
Pendidikan Tak Hanya Hard Skill
Fahrizal menegaskan bahwa pendidikan yang ditawarkan IGN tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga penguatan soft skills yang relevan dengan kehidupan sosial dan demokrasi.
“Karena hidup atau pendidikan itu tidak hanya hard skill tapi juga harus mengerti bagaimana meng-influence people, bagaimana melatih kemampuan public speaking, bagaimana cara meng-influence others,” jelasnya.
Menurutnya, kemampuan memengaruhi dan menyampaikan gagasan menjadi kunci penting agar ide dapat diimplementasikan secara nyata, terutama dalam konteks negara demokrasi seperti Indonesia.
“Karena ide aja tidak cukup, bagaimana kita bisa menginfluence others untuk mengikuti gagasan dan ide pendapat kita juga menjadi sangat penting untuk bisa mengimplementasikan itu menjadi nyata,” pungkasnya.