Adopsi Galaxy AI Tembus 86,9 Persen, Ini Fitur yang Paling Banyak Digunakan

Adopsi Galaxy AI melonjak 86,9 persen pada 2025 dari 71,6 persen di tahun sebelumnya.

oleh IskandarDiterbitkan 28 Januari 2026, 19:00 WIB
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Samsung meluncurkan tiga model yang hadir pada seri ini, yaitu Galaxy S24, Galaxy S24 Plus, dan Galaxy S24 Ultra. Dalam peluncuran ketiga smartphone ini, President and Head of Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, TM Roh, mengatakan bahwa ini adalah era AI seluler baru yang akan datang. (AP Photo/Lee Jin-man)

Liputan6.com, Jakarta - Kecerdasan buatan (AI) kini telah bertransformasi dari sekadar fitur pelengkap yang bersifat opsional menjadi kebutuhan Utama yang terintegrasi penuh dalam rutinitas harian manusia. Fenomena ini tercermin kuat dalam data internal terbaru Samsung Electronics terkait pola penggunaan Galaxy AI.

Berdasarkan data internal perusahaan, tingkat adopsi Galaxy AI pada jajaran perangkat flagship Samsung mengalami lonjakan signifikan.

Pada tahun 2024, angka adopsi Galaxy AI berada di level 71,6 persen. Angka tersebut meroket hingga 86,9 persen pada 2025.

Statistik ini menunjukkan bahwa hampir 9 dari 10 pengguna perangkat premium Samsung kini bergantung pada AI untuk mendukung produktivitas dan kreativitas mereka.

Peningkatan drastis ini mengindikasikan adanya pergeseran cara konsumen berinteraksi dengan ponsel pintar. Galaxy AI tidak lagi dianggap sebagai fitur eksperimental, melainkan alat bantu aktif yang esensial untuk mencari informasi, mengolah konten visual, hingga mempercepat proses pengambilan keputusan.

MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menyatakan bahwa dalam dua tahun terakhir, Galaxy AI telah mendefinisikan ulang standar efisiensi digital.

“Tingkat penggunaan yang mencapai 86,9 persen menunjukkan bahwa Galaxy AI bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari rutinitas digital pengguna. AI kini digunakan secara aktif untuk mempercepat proses, seperti mencari informasi tanpa berpindah aplikasi hingga merapikan konten dengan instan,” ujar Ilham, dikutip dari Samsung Newsroom, Rabu (28/1/2026).

Ilham menambahkan bahwa fitur Circle to Search with Google menjadi yang paling dominan dengan tingkat penggunaan mencapai 76 persen.

Selain itu, fitur berbasis visual seperti Photo Assist dan Generative Edit menjadi andalan pengguna untuk menyempurnakan konten tanpa harus melalui proses penyuntingan yang rumit.

 

Dongkrak Produktivitas

Di sektor profesional, Galaxy AI mengubah paradigma produktivitas. Fokus utama kini beralih pada cara bekerja yang lebih cerdas melalui penyederhanaan aktivitas harian. Beberapa fitur kunci yang menjadi tumpuan pengguna dalam dunia kerja meliputi:

Live Translate & Interpreter: Menghilangkan hambatan bahasa dalam komunikasi bisnis internasional secara real-time tanpa memerlukan aplikasi pihak ketiga.

Transcript Assist: Mengotomatisasi proses transkripsi rapat, membedakan suara pembicara, dan menyusun ringkasan poin penting secara akurat.

Now Brief: Fitur proaktif yang menyajikan ringkasan jadwal dan prioritas harian dalam satu tampilan terpadu, membantu pengguna memulai hari dengan lebih terstruktur.

 

Memacu Kreativitas

Selain produktivitas, Galaxy AI secara signifikan menurunkan hambatan teknis dalam proses kreatif. Ide-ide visual kini dapat diwujudkan secara instan melalui serangkaian fitur inovatif:

Photo Assist & Generative Edit: Memungkinkan pengguna memodifikasi elemen foto, menyesuaikan komposisi, dan mengisi latar belakang secara natural tanpa keahlian desain grafis profesional.

Audio Eraser: Memberikan solusi bagi kreator konten video untuk memisahkan suara utama dari kebisingan latar (background noise), memastikan kualitas audio tetap jernih meski direkam di lokasi yang ramai.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya