Cek Fakta: Tidak Benar MBG Diganti dengan Uang Tunai Rp 350.000

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim MBG diganti dengan uang tunai Rp 350.000.

oleh Mevi LinawatiDiterbitkan 28 Januari 2026, 19:03 WIB
Tangkapan layar postingan klaim Makan Berigizi Gratis (MBG) diganti dengan uang tunai Rp 350.000 yang beredar di Facebook.

Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) diganti dengan uang tunai Rp 350.000. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 28 Januari 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Bp Prabowo , DPR dan Kementerian Telah Sepakat Dengan Keputusan

MBG Tetap Berlanjut Dengan DI GANTI UANG TUNAI Rp:350 Ribu Perhari Untuk Siswa Di Berikan Langsung Ke Orang Tua.

Untuk Menghindari KERACUNAN MAKAN , PENYELEWENGAN , KORUPS! / KKN

Mematikan Pendapatan Perekonomian Rakyat Kecil

MENGGANGGU KESERIUSAN BELAJAR MENGAJAR

KEBIJAKAN PEMERINTAH Mencabut Pegawai MBG dari PPPK Menghapus BGN dan Menutup Dapur MBG"

Lalu benarkah klaim program MBG diganti dengan uang tunai Rp 350.000? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim MBG diganti dengan uang tunai Rp 350.000. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Antaranews berjudul "BGN paparkan alasan tidak memberi uang tunai ke orang tua untuk MBG" yang tayang pada 19 November 2025.

Dalam artikel ini, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Tigor Pangaribuan menjelaskan, dalam konteks internal BGN, sudah ada strategi arsitektur bahwa makan bergizi tidak diberikan uang tunai kepada orang tua karena pemerintah ingin memastikan makanan langsung masuk ke mulut penerima manfaat.

"Kalau orang tua misalnya punya tiga anak, Rp15 ribu per anak itu kan sekitar Rp450 ribu kalau tiga anak ya, jadi dia akan mendapatkan sekitar Rp900 ribu per bulan, kalau di kali 12 sekitar Rp10-11 juta. Nah, kita enggak berikan ke orang tuanya uang karena kita yakin program ini harus dilakukan dengan benar-benar memberikan makanan kepada anaknya," kata Tigor, Rabu, 19 November 2025.

Tigor menegaskan, kunci tata kelola MBG ada di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak bisa berjalan tanpa adanya kepala SPPG, ahli gizi dan akuntan.

Penelusuran juga menemukan unggahan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan (PPID Kemenkeu) melalui akun Instagram resminya @ppid.kemenkeu.

PPID Kemenkeu menyebut, berita yang menyatakan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan agar MBG diganti dengan uang adalah hoaks. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong.

 

Sumber: 

https://www.antaranews.com/berita/5251937/bgn-paparkan-alasan-tidak-memberi-uang-tunai-ke-orang-tua-untuk-mbg

https://www.instagram.com/p/DR9blZnE6qc/?igsh=MTMzc25tZDY0eW8zeg%3D%3D

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim MBG diganti dengan uang tunai Rp 350.000, tidak benar.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya