Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka sistem perdagangan saham setelah menerapkan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt pada Rabu, (28/1/2026). IHSG hari ini meninggalkan posisi 8.900.
Mengutip data RTI, pada Rabu pukul 14.46 WIB, IHSG turun 8,65% ke posisi 8.203. Indeks saham LQ45 terpangkas 8,67% ke posisi 799,75. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.
Advertisement
Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 8.596,17 dan level terendah 8.187,73. Sebanyak 771 saham melemah sehingga bebani IHSG. 26 saham menguat dan 7 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 3.391.991 kali dengan volume perdagangan saham 52,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 37,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.701.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham infrastruktur merosot 11,39% dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 10,10%, sektor saham basic turun 8,59%, sektor saham industri terpangkas 7,83%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal turun 4,99%, sektor saham siklikal melemah 7,03%.
Selanjutnya sektor saham kesehatan merosot 5,06%, sektor saham keuangan terpangkas 5,51%, sektor saham properti melemah 7,94%, sektor saham teknologi turun 7,82% dan sektor saham transportasi tergelincir 8,4%.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada Rabu, 28 Januari 2026, pukul 13:43:13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 14:13:13 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%.
BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025.
Pada sesi kedua, IHSG dibuka melemah. Mengutip data RTI, IHSG turun 8% ke posisi 8.261,78. Indeks saham LQ45 melemah 7,73% ke posisi 808,41. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Komitmen BEI
Menindaklanjuti pengumuman yang disampaikan oleh MSCI Inc. (MSCI) pada hari ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya yaitu PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan MSCI.
“Kami memandang masukan yang disampaikan MSCI adalah bagian penting dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia. Kami memahami bahwa pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi dikutip dari keterangan resmi.
Sejalan dengan hal tersebut, ia menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi yang lebih akurat dan andal, sesuai dengan praktik terbaik secara global dan ekspektasi pemangku kepentingan global.
Langkah BEI
Sebagai bagian dari langkah konkret yang telah dilakukan, BEI telah menyampaikan pengumuman data free-float secara komprehensif melalui website resmi BEI sejak 2 Januari 2026, serta akan disampaikan secara rutin setiap bulannya.
Selanjutnya, BEI bersama SRO dan OJK akan terus berkoordinasi dengan MSCI guna memastikan keselarasan pemahaman serta implementasi peningkatan transparansi informasi.
“Melalui koordinasi yang berkesinambungan ini, kami optimistis dapat terus memperkuat daya saing Pasar Modal Indonesia di tingkat global, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Pasar Modal nasional,” ujar dia.