Kripto Kian Mainstream, 1 dari 5 Orang Dewasa Korea Selatan Jadi Trader

Jumlah trader kripto di Korea Selatan melonjak 70% dalam tiga tahun, menandai pergeseran besar di lanskap keuangan nasional.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 28 Januari 2026, 15:05 WIB
Kripto tak lagi sekadar tren, satu dari lima orang dewasa Korea Selatan kini terlibat perdagangan aset digital. Ilustrasi kripto. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah trader kripto di Korea Selatan melonjak tajam dalam tiga tahun terakhir. Data resmi dari Financial Supervisory Service (FSS) menunjukkan, jumlah pengguna aset kripto meningkat 70,3%, menandai pergeseran signifikan dari minat terbatas menjadi partisipasi arus utama dalam sistem keuangan negara tersebut.

Dikutip dari Coinmarketcap, Rabu (28/1/2026), data yang disampaikan FSS kepada anggota parlemen Lee Heon-seung mencatat, jumlah trader kripto naik dari 5,82 juta orang pada 2023 menjadi 9,91 juta orang pada 2025. Angka ini mencakup aktivitas di lima bursa kripto utama Korea Selatan, yakni Upbit, Bithumb, Coinone, Streami, dan Korbit.

Pertumbuhan tersebut berarti hampir satu dari lima orang dewasa di Korea Selatan kini memiliki atau memperdagangkan aset kripto. Fenomena ini mencerminkan tren global, namun terlihat jauh lebih kuat di Korea Selatan yang dikenal sebagai negara dengan tingkat adopsi teknologi dan literasi keuangan yang tinggi.

Secara tahunan, lonjakan terjadi secara konsisten. Pada 2024, jumlah trader tercatat mencapai 8,91 juta orang, sebelum kembali meningkat pada 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat terhadap aset digital bukan bersifat sementara, melainkan berkembang secara struktural.

Sejumlah faktor mendorong pertumbuhan tersebut, mulai dari semakin matangnya regulasi, peningkatan keamanan bursa, hingga kemudahan proses pendaftaran pengguna. Selain itu, meningkatnya minat institusi dan ragam produk kripto turut memperkuat legitimasi aset digital di mata investor ritel.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Volume Transaksi Kripto

Ilustrasi kripto. (Foto by AI)

Selain pertumbuhan jumlah pengguna, volume transaksi kripto di Korea Selatan juga menunjukkan dinamika menarik. Pada 2023, total nilai transaksi di lima bursa utama tercatat sebesar 1.122,22 triliun won Korea (KRW). Angka ini melonjak drastis menjadi 2.411,32 triliun KRW pada 2024, atau naik lebih dari 114% secara tahunan.

Namun, pada 2025 pasar memasuki fase koreksi dan konsolidasi. Volume transaksi tercatat menurun ke 2.139,89 triliun KRW. Meski begitu, penurunan ini tidak serta-merta mencerminkan turunnya minat investor.

Para analis menilai koreksi tersebut sebagai bagian dari siklus pasar yang wajar, terutama setelah reli besar pada 2024. Aksi ambil untung dan penyesuaian portofolio dinilai lazim terjadi. Di sisi lain, jumlah partisipan justru tetap meningkat, menandakan basis investor yang semakin luas dan beragam.

Kondisi ini kerap dipandang sebagai sinyal menuju pasar yang lebih sehat dan matang, dengan volatilitas yang lebih terkendali. Artinya, aktivitas kripto tidak lagi didominasi spekulasi jangka pendek, melainkan mulai berorientasi pada kepemilikan dan investasi jangka panjang.

Dalam periode yang sama, pemerintah Korea Selatan juga terus menyempurnakan kerangka regulasi. Penegakan aturan know-your-customer (KYC) dan anti pencucian uang (AML) sejak diberlakukannya Travel Rule telah meningkatkan kepercayaan publik terhadap bursa resmi.

 

Milenial dan Gen Z

Aset kripto Bitcoin, Altcoin, hingga Meme Coin. (Ilustrasi By AI)

Sejumlah kebijakan penting turut menopang lonjakan adopsi kripto. Salah satunya adalah kewajiban penggunaan rekening bank atas nama asli bagi seluruh pengguna bursa, serta aturan perlindungan investor yang mewajibkan cadangan aset dan sistem kustodi yang lebih aman. Selain itu, kejelasan arah pajak atas keuntungan aset digital juga mulai mengurangi ketidakpastian di kalangan investor.

Dari sisi sosial dan teknologi, Korea Selatan memiliki modal kuat. Tingkat penetrasi smartphone yang tinggi serta akses internet super cepat menjadi fondasi ideal bagi aplikasi perdagangan kripto berbasis mobile. Bursa besar seperti Upbit dan Bithumb memanfaatkan kondisi ini dengan menghadirkan aplikasi yang mudah digunakan dalam aktivitas harian.

Secara demografis, minat terbesar datang dari generasi milenial dan Gen Z yang cenderung skeptis terhadap sistem pensiun konvensional dan mahalnya properti. Namun, data juga menunjukkan peningkatan partisipasi dari kelompok usia lebih tua yang mencari diversifikasi portofolio.

Adopsi teknologi blockchain oleh perusahaan besar seperti Samsung dan LG turut menormalisasi penggunaan teknologi ini di masyarakat. Kedekatan publik dengan layanan berbasis blockchain membuat aset kripto semakin mudah diterima.

Dengan tingkat adopsi yang tinggi, Korea Selatan kini menjadi salah satu indikator penting dalam peta kripto global. Meski ke depan pertumbuhan diperkirakan melambat seiring mendekati titik jenuh, pasar dinilai telah memasuki fase early majority yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Lonjakan 70% trader kripto dalam tiga tahun menegaskan bahwa aset digital telah mengamankan posisi permanen dalam sistem keuangan Korea Selatan. Pengalaman negara ini pun menjadi referensi berharga bagi pasar global yang tengah menuju integrasi keuangan digital secara lebih luas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya