Liputan6.com, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat sepanjang 2025 terjadi empat kecelakaan kereta api di Indonesia. Seluruh kejadian kecelakaan tersebut masuk dalam kategori anjlokan dan tidak menimbulkan korban meninggal maupun luka-luka.
Investigator Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian KNKT, Hertriadi Ismawan, menjelaskan empat kecelakaan kereta api pada 2025 menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan sistem keselamatan perkeretaapian nasional.
Advertisement
“Sepanjang tahun 2025, kami mencatat empat kecelakaan kereta api dan seluruhnya merupakan anjlokan, tanpa adanya korban jiwa maupun korban luka,” ujar Hertriadi saat konferensi pers, di KNKT, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan, dalam kurun waktu 2015 hingga 2025, KNKT telah investigasi terhadap total 58 kecelakaan perkeretaapian. Dari jumlah tersebut, Subkomite Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian terus berupaya menyelesaikan laporan dan rekomendasi keselamatan sebagai dasar perbaikan sistem transportasi kereta api.
Pada tahun 2025, Subkomite Perkeretaapian KNKT juga berhasil menyelesaikan dua laporan akhir investigasi. Laporan tersebut mencakup investigasi anjlokan KA 3028 di Emplasemen Stasiun Penanggiran Divre III Palembang serta kejadian KA 854A yang menabrak semboyan batas berhenti di Emplasemen Stasiun Bandara Soekarno-Hatta.
Selain itu, berdasarkan data tindak lanjut rekomendasi keselamatan periode 2015–2025, KNKT mencatat sebanyak 253 rekomendasi telah berstatus closed dari total 283 rekomendasi yang dikeluarkan. Meski demikian, Hertriadi menegaskan masih terdapat sejumlah isu keselamatan yang perlu mendapat perhatian serius.
“Beberapa isu utama yang terus kami soroti antara lain backlog perawatan prasarana, pengawasan pemeliharaan sarana dan prasarana yang belum optimal, serta masih rendahnya pemahaman mengenai konsep RAMS dalam penyelenggaraan perkeretaapian,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa hingga kini belum terdapat single accountable yang secara khusus bertanggung jawab untuk menjamin keselamatan di perlintasan sebidang.
KNKT Sebut Tak Ada Keluhan Lanjutan Masalah Mesin Pesawat ATR 42-500 Sebelum Terbang
Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap kondisi pesawat ATR 42-500 sebelum terbang dan jatuh di kawasan perbatasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. KNKT mengonfirmasi tidak ada masalah mesin pesawat yang dilaporkan sebelum pesawat ATR lepas landas.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menuturkan, pesawat sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan registrasi PK-THT itu lrpss landas dsri Bandara Adisutjipto, Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar pukul 08.08 WIB pada 17 Januari 2026 lalu.
"Perlu saya sampaikan di sini bahwa penerbangan dari Jakarta ke Yogyakarta kami sudah menginterview dari teman-teman dari IAT bahwa pesawat dalam kondisi baik, tidak ada keluhan," ungkap Soerjanto dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, dikutip Rabu (21/1/2026).
Proses Investigasi KNKT
Dia menjelaskan, setelah mewancarai maskapai Indonesia Air Transport (IAT), dikonfirmasi tidak ada keluhan tambahan menjelang penerbangan yang berujung kecelakaan itu. Pasalnya, keluhan soal mesin pesawat sempat disampaikan 3 hari sebelum waktu penerbangan itu.
"Termasuk keluhan masalah engine yang sebelumnya ada, tiga hari sebelumnya ada keluhan masalah engine, ketika penerbangan terakhir tidak ada keluhan," ujar dia.
Adapun, penyebab jatuhnya ATR 42-500 masih dalam proses investigasi KNKT. "Kami sedang melakukan investigasi. Jadi di sini yang kami sampaikan data faktual, tidak ada analisa, dan tidak ada kesimpulan dan penyebabnya," kata Soerjanto.