Harga Daging Sapi di Jakarta Tembus Rp150 Ribu per Kilogram, Pemprov Beri Alasan Ini

Harga daging sapi di pasar eceran DKI Jakarta melonjak hingga Rp150.000 per kilogram akibat kenaikan harga sapi hidup di tingkat produsen.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 27 Januari 2026, 19:37 WIB
Pedagang memotong daging sapi yang dijualnya di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (5/8). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok angkat bicara soal melonjaknya harga sapi di pasar eceran yang mencapai Rp 150.000 perkilogram.

"Hal ini dipicu oleh tingginya harga sapi hidup di tingkat produsen yang melampaui kesepakatan Bapanas (Badan Pangan Nasional)," kata dia, Selasa (27/1/2026).

Hasudungan mengatakan, guna meredam gejolak kenaikan harga, Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan sejumlah langkah intervensi strategis. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran BUMD pangan, Perumda Dharma Jaya, untuk membanjiri pasar dengan pasokan sapi yang lebih terjangkau.

Menurut dia, ada empat langkah yang sedang dijalankan Pemprov DKI, diantaranya jaminan operasional dengan memastikan seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) tetap beroperasi normal tanpa ada tambahan biaya pemeriksaan yang bisa membebani harga jual.

Kedua, melakukan intervensi harga, di mana Perumda Dharma Jaya telah menyalurkan sapi dengan harga Rp54.000/kg berat hidup untuk menekan margin harga pasar.

Ketiga, menyediakan daging sapi khusus seharga Rp35.000/kg yang ditargetkan untuk 1 juta masyarakat penerima subsidi pangan di Jakarta.

"Keempat, menggelar gerakan Pasar Murah. Di sini harga dapat mengakses daging sapi dengan rentang harga Rp109.000 hingga Rp139.000/kg melalui titik-titik pasar murah yang dikelola BUMD," ungkap Hasudungan.

 

Diharapkan Harga Sapi Hidup Turun

Kendati tekanan harga daging sapi saat ini cukup tinggi di tingkat eceran, Hasudungan mengungkapkan bahwa kesepakatan baru mengenai harga acuan sapi hidup telah tercapai, yang diharapkan menjadi obat penawar bagi tingginya harga daging sapi di ibu kota.

"Kabar baiknya, per 22 Januari kemarin, Pemerintah Pusat sudah menyepakati harga sapi hidup turun menjadi Rp55.000/kg," kata dia.

Hasudungan menyebut bahwa pihanya akan terus melakukan monitoring ketat di lapangan untuk memastikan penurunan harga di tingkat produsen hingga ke harga eceran. Harga daging sapi ditargetkan segera normal sebelum Hari Raya Idulfitri.

"Kami optimis dalam waktu dekat harga di pasar akan kembali stabil, terutama menjelang Idulfitri," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya