Rafael Leao 'Melambat', Cedera Tersembunyi Menggerogoti Senjata Utama AC Milan?

Performa Rafael Leao menurun dalam beberapa pekan terakhir. Masalah otot adduktor diduga jadi penyebab, membuat bintang AC Milan belum berada di kondisi ideal.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 27 Januari 2026, 17:56 WIB
Perebuta bola antara penyerang AC Milan, Rafael Leao dengan gelandang AS Roma, Manu Kone pada lanjutan Liga Italia 2025-2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - Rafael Leao seperti tidak lagi tampil dengan ledakan yang sama dalam beberapa pekan terakhir. Penyerang sayap AC Milan itu terlihat kehilangan akselerasi yang selama ini menjadi ciri khas permainannya.

Data di lapangan menguatkan kesan tersebut. Leao gagal mencetak gol dan tidak pernah bermain penuh dalam empat laga terakhir bersama Rossoneri, sebuah anomali untuk pemain yang biasa menjadi pembeda.

Penurunan performa ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan pendukung Milan. Apakah ini sekadar fase, atau ada masalah fisik yang lebih serius di baliknya?

Laporan dari Italia memberi petunjuk jelas. Kondisi Leao ternyata berkaitan erat dengan cedera otot yang belum sepenuhnya pulih dan kini membatasi kontribusinya di lapangan.


Cedera Otot Menghambat Akselerasi Leao

Pemain AC Milan, Rafael Leao, merayakan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Genoa di Milan, Italia, Kamis, 8 Januari 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Seperti dilaporkan Tuttosport, Rafael Leao selama ini dikenal sebagai pemain dengan kecepatan eksplosif sejak bergabung dengan Milan pada musim panas 2019. Akselerasinya kerap membelah pertahanan lawan dalam hitungan detik.

Premis permainan Leao sederhana dan efektif. Ketika ia mulai berlari, sangat sedikit bek yang mampu mengimbanginya, menjadikan kecepatan sebagai senjata utama dalam skema Milan.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir, Leao tampak bermain di “gigi pertama”. Ia terpengaruh oleh masalah pada otot adduktor atas atau pubalgia yang belum pulih sepenuhnya.

Cedera otot ini telah mengganggunya selama berminggu-minggu. Staf medis Milan menanganinya dengan hati-hati agar tidak berkembang menjadi pubalgia parah, kondisi yang umum dialami atlet, meski Leao tetap dimainkan karena kebutuhan tim.


Allegri Bertaruh, Jadwal Jadi Penyelamat

Pemain AC Milan, Rafael Leao (kiri), dan pemain Roma, Bryan Cristante, berebut bola dalam pertandingan Serie A di Olimpico, Senin (26/1/2026). (AP Photo/Gregorio Borgia)

Jelas bahwa Leao belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Masalah ini membatasi kemampuannya untuk berlari maksimal, sehingga ia kesulitan menciptakan perbedaan seperti sebelumnya.

Leao bahkan mengakui sebelum laga hari Minggu bahwa kondisinya belum 100 persen. Meski demikian, Massimiliano Allegri terus memainkannya dengan keyakinan kualitas individu sang pemain tetap bisa menentukan hasil.

Keputusan itu sempat terbayar, seperti dalam kemenangan comeback atas Como ketika pergerakan Leao berperan dalam gol pertama Adrien Rabiot. Namun, risikonya tetap besar jika kondisi fisik tidak segera membaik.

Situasi jadwal kini memberi harapan bagi Milan dan Leao. Setelah hasil imbang melawan Roma, Rossoneri memiliki waktu istirahat hingga laga tandang melawan Bologna pada 3 Februari, dilanjutkan jeda lebih panjang karena absennya laga kontra Como.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya