Ahok Bongkar Alasan Mundur dari Pertamina: Karena Beda Pandangan Politik

Ahok mengaku sempat meninggalkan catatan RKAP terkait sistem pengadaan yang baru harus memberikan penghematan 46 persen .

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 27 Januari 2026, 16:49 WIB
Diketahui, Ahok pada hari ini Kamis (13/3/2025) diperiksa bersama beberapa saksi lainnya selama hampir 10 jam di Gedung Kejagung. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menceritakan penyebab dirinya mundur sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina periode 2019-2024. Dia mengakui, perbedaan pandangan politik dengan Presiden Jokowi pada saat itu menjadi alasannya.

"Saya mengundurkan diri," kata Ahok saat ditanya jaksa soal statusnya di Pertamina ketika dihadirkan dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (21/1/2026).

"Bisa dijelaskan sedikit apa dasar latar belakangnya (mengundurkan diri)?" tanya jaksa.

"Nah saya keluar karena alasan politik, beda pandangan dengan Presiden Pak Jokowi," timpal dia.

Catatan RKAP dari Ahok Sebelum Tinggalkan Pertamina

Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani sidang pembacaan putusan kasus dugaan penodaan agama di Kementerin Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (9/5). (Liputan6.com/Kurniawan Mas'ud/pool)

Ahok menambahkan, seharusnya sudah mengundurkan diri di akhir Desember 2023 setelah menyusun RKAP 2024. Sayangnya RKAP 2024 pengesahan RUPS oleh Menteri BUMN terlambat.

"Baru dilakukan di Januari. Nah begitu dilakukan di Januari, saya mundur," jelas Ahok.

"Tapi di situ saya sudah meninggalkan sebuah catatan RKAP dengan sistem pengadaan yang baru harus memberikan penghematan 46 persen dan direksi semua sudah tanda tangan," ujar Ahok menandasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya