Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir atas nama Yustina Mira (19) dalam kondisi meninggal dunia. Yustina merupakan korban ketiga tertimbun longsor di Kampung Pau Desa Goreng Meni, Kecamatana Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 22 Januari 2026.
"Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian hari ke-5 pada hari ini sejak Pukul 06.00 Wita dan berhasil menemukan berjarak 5 meter dari rumah korban," ujar Kepala SAR Maumere, Fathur Rahman, Selasa (27/1/2026).
Advertisement
Ia mengatakan, korban ditemukan sudah meninggal dunia dan tertimbun tanah longsor sedalam 1-2 meter. Tim SAR Gabungan kemudian mengevakuasi korban menuju puskesmas terdekat untuk dilaksanakan identifikasi.
Jenazah awalnya ditemukan, Ferdinandes Jemin, seorang warga setempat saat menyisir lokasi longsor. Tanpa sengaja, ia menginjak sesuatu yang mencurigakan.
“Awalnya saya tidak sadar. Tapi setelah saya rasakan baunya seperti bau mayat dan sadar yang saya injak adalah jenazah, saya langsung memberitahu salah satu petugas SAR tentang penemuan itu,” kata Ferdinandes.
Sekitar pukul 10.00 WITA, Tim SAR menghentikan sementara pengoperasian alat berat. Dengan penuh kehati-hatian, mereka mendekati titik yang ditunjukkan Fernandes. Tak lama kemudian, jenazah akhirnya ditemukan.
3 Korban Jiwa
Longsor di Kampung Tuwa, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur ini menelan tiga korban jiwa yakni, Lusia Resen, Yustina Mira dan Albina Ria.
Awalnya, Lusia dan Yustina sempat dinyatakan hilang setelah tertimbun longsor bersama rumah mereka.
Korban pertama yang ditemukan atas nama Lusia Resem. Ia ditemukan pada operasi SAR hari ke-4 pada 26 Januari 2026 Pukul 10.00 Wita.
"Dengan ditemukannya seluruh korban, maka operasi SAR secara resmi kita tutup," tandasnya.
227 Keluarga Mengungsi
Selain korban jiwa, longsor di wilayah itu juga membuat warga ratusan warga di Desa Goreng Meni, kecamatan Lamba Leda terpaksa mengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Agustinus Susanto, mengatakan warga yang mengungsi terdiri dari dua dusun yakni, Dusun Sosor Alo dan Dusun Buru Pote.
"Mereka mengungsi karena takut ada longsor susulan. Total ada 227 KK yang mengungsi. Dusun Sosor Alo sebanyak 90 KK dan Dusun Buru Pote 137 KK," ujarnya.
Saat ini pemda melalui BPBD telah menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang saat ini mengungsi di desa tetangga.*