Survei: 70 Persen Lebih Penduduk Uni Eropa Nilai Demokrasi Merosot

Apa yang jadi alasan penduduk Uni Eropa menilai demokrasi di kawasan mereka kian merosot?

oleh Tim GlobalDiterbitkan 28 Januari 2026, 13:02 WIB
Ilustrasi bendera Uni Eropa (AFP Photo)

Liputan6.com, Brussels - Lebih dari 70 persen warga Uni Eropa meyakini bahwa demokrasi di negara mereka sedang mengalami kemunduran, menurut laporan Politico pada Senin yang mengutip survei dari perusahaan konsultan FGS Global Radar.

Sebanyak 63 persen responden menyatakan bahwa "masa-masa terbaik sudah lewat" sementara 77 persen warga Eropa percaya kehidupan di negara mereka akan lebih sulit bagi generasi mendatang.

Selain itu, 76 persen responden menilai demokrasi di negara mereka tengah menurun, dikutip dari laman Antara News, Rabu (28/1/2026).

Hampir di semua negara yang disurvei—kecuali Polandia, Lituania, dan Denmark—mayoritas warga berpendapat bahwa negara mereka sedang menuju arah yang salah.

Setidaknya separuh responden menilai sistem politik tidak mampu memenuhi harapan publik dan membutuhkan reformasi mendasar.

Survei itu juga menunjukkan bahwa 71 persen responden berpendapat negara mereka "harus lebih tegas dalam memperjuangkan kepentingan nasional meskipun menimbulkan gesekan dengan negara lain."

Sementara itu, 57 persen warga Eropa mendukung peningkatan belanja pertahanan dan keamanan.

Politico menilai hasil tersebut menjadi kabar buruk bagi sebagian besar pemerintah Uni Eropa karena mencerminkan rendahnya kepercayaan publik terhadap sistem politik serta skeptisisme luas atas kemampuan pemerintah menjalankan fungsi secara efektif.

"Jelas terlihat tingkat pesimisme yang sangat tinggi," kata kepala strategi global FGS Global Radar Craig Oliver seperti dikutip oleh Politico.

Survei dilakukan secara daring pada 10–23 November 2025 terhadap 11.700 orang dewasa di 23 negara Uni Eropa, dengan minimal 500 responden di setiap negara.

Margin of error survei tersebut adalah 4,4 poin persentase.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya