Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Bantul, Perjalanan 17 Kereta Sempat Dihentikan

Gempa magnitudo 4,4 mengguncang Bantul, Yogyakarta, Selasa (27/1/2026), pukul 13.15 WIB.

oleh Kukuh SetyonoDiterbitkan 27 Januari 2026, 15:20 WIB
Gempa guncang Bantul. (BMKG)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa magnitudo 4,4 mengguncang Bantul, Yogyakarta, Selasa (27/1/2026), pukul 13.15 WIB. Akibat gempa tersebut, perjalanan 17 kereta api sempat dihentikan sementara.

"Demi keselamatan, seluruh perjalanan kereta api baik kereta jarak jauh, kereta bandara, KRL Commuterline dan kereta lokal di wilayah Daop 6 Yogyakarta dihentikkan sementara untuk pemeriksaan kondisi prasarana pasca gempa,” kata Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Fenni Novida Saragih.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim lapangan, semua lintas, jembatan dan jalur KA aman. Sehingga pada pukul 13.38 WIB, 17 kereta api diizinkan melanjutkan perjalanan.

 

Warga Kaget Ada Guncangan

Anang warga Kecamatan Imogiri yang dihubungi mengatakan dirinya sempat kaget adanya guncangan ketika tengah makan siang.

“Saya sempat lari keluar rumah dan beberapa tetangga juga terlihat keluar. Alhamdulillah tidak terjadi kerusakkan,” katanya.

Meski tidak sekuat pada 2006 silam, namun Anang masih mengaku trauma ketika ada guncangan gempa. Mengingat rumahnya hanya berjarak sekitar 15 Km pada gempa yang meluluhlatahkan Bantul kala itu.

Pedagang di terminal Pantai Parangtritis, Rina Widya dihubungi juga mengaku merasakan gempa pada siang itu. Karena kondisi tengah sepi pembeli, Rina menyebut dirinya bisa leluasa keluar dari kiosnya.

“Ndak papa mas, tidak ada kerusakkan akibat gempa tadi,” jelasnya.

Gempa Dipicu Aktivitas Sesar Opak

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, episenter gempa Bantul ini terletak pada koordinat 7.87 LS; 110.49 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 km arah Timur Bantul, Yogyakarta dengan kedalaman 11 km.

Direktur Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Opak.

Gempa bumi ini dirasakan di Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, Sleman, Kota Yogyakarta, Klaten dengan skala intensitas III MMI, Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, Magelang dengan skala intensitas II MMI.

"Hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami," katanya.

Hingga pukul 13.45.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas 14 gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M2.0.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Meski begitu warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya