Basarnas Perluas Pencarian Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat: Personel Juga Ditambah

Basarnas memperluas operasi pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan mengalihkan fokus ke sektor B2 yang dinilai memiliki potensi lebih besar ditemukan korban akibat banyaknya bangunan terdampak.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 27 Januari 2026, 14:10 WIB
Tim juga akan menambah kekuatan di sektor lain untuk mempercepat pencarian. Tampak dalam foto yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia ini, tim penyelamat mencari korban di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin 26 Januari 2026. (BNPB via AP)

Liputan6.com, Jawa Barat Direktur Operasi dan Siaga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bramantyo mengatakan, pihaknya memperluas area pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

"Kalau kemarin kita hanya berada di A1 dan A2 secara maksimal, kemudian pagi ini kita akan merambah ke B2. Jadi beberapa kekuatan yang ada di sektor A2 kita geser ke B2," kata dia di Bandung Barat, Selasa (27/1/2026).

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

Bramantyo mengungkapkan alasan sektor B2 menjadi prioritas pihaknya hari ini.

"Harapan kita di B2 ini bisa memaksimalkan kegiatan, karena ada indikasi rumah-rumah lebih banyak di sana," ungkap dia.

Bramantyo menjelaskan, sebagian personel dari Batalion 312 yang sebelumnya berjumlah sekitar 200 orang di sektor A2 dipindahkan ke sektor B2, termasuk tambahan unsur Brimob serta personel SAR lainnya.

"Yang digeser sekitar seratus orang, ditambah rekan-rekan potensi lain. Karena setiap hari potensi terus bertambah," jelas dia.

 

Jumlah Ekskavator Ditambah

Selain personel, kata Bramantyo, Basarnas juga menambah alat berat berupa ekskavator untuk mempercepat proses pencarian.

"Hingga kini jumlah ekskavator yang digunakan dalam operasi SAR mencapai 13 unit," jelas dia.

Untuk kekuatan personel, Bramantyo menyebutkan jumlahnya terus bertambah setiap hari. Pada operasi hari ini hampir seribu personel terlibat, meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang berjumlah sekitar 800 orang.

'Tantangan terbesar hari ini masih sama seperti kemarin, selain faktor alam juga kontur tanah. Karena di lapangan, begitu kita angkat satu bagian, kadang langsung terjadi pergerakan tanah lagi," kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya