Arsenal vs Man Utd: Dua Pilar The Gunners Ini Kena Kritik Tajam Patrick Vieira

Patrick Vieira menilai Arsenal tampil kurang menggigit saat kalah 2-3 dari Manchester United. Saka dan Trossard jadi sorotan utama.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 26 Januari 2026, 11:25 WIB
Jurrien Timber (kiri), Gabriel Magalhaes (kedua dari kanan), dan Martin Zubimendi (kanan) menyesali kegagalan timnya, Arsenal, mencetak gol ke gawang Manchester United pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Emirates Stadium, Minggu (26/1/2026) malam WIB. (Mike Egerton/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal harus menelan pil pahit saat menjamu Manchester United pada pekan ke-23 Liga Inggris 2025/2026. Bermain di Emirates Stadium, Minggu (25/01/2026) malam WIB, The Gunners tumbang dengan skor tipis 3-2.

Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Arsenal di kandang sepanjang musim Liga Inggris. Hasil tersebut sekaligus memangkas jarak mereka di puncak klasemen dengan Manchester City di posisi kedua menjadi hanya empat poin.

Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal dengan jual beli serangan dari kedua tim. Arsenal sempat memimpin, namun United mampu membalikkan keadaan di momen-momen krusial.

Selepas laga, sorotan tidak hanya tertuju pada hasil akhir, tetapi juga pada performa beberapa pemain kunci Arsenal. Legenda klub, Patrick Vieira, ikut angkat bicara dan memberikan kritik tajam.


Vieira Kritik Performa Saka dan Trossard

Pemain Arsenal, Bukayo Saka (kiri), berduel dengan pemain Manchester United, Patrick Dorgu, dalam pertandingan Liga Inggris di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026) malam WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Patrick Vieira menilai Arsenal gagal menunjukkan ancaman yang konsisten di lini serang. Menurutnya, dua pemain sayap yang diharapkan menjadi pembeda justru tampil di bawah standar.

Vieira secara khusus menyinggung kontribusi Bukayo Saka dan Leandro Trossard. Ia merasa keduanya tidak cukup produktif untuk menekan pertahanan Manchester United sepanjang laga.

Arsenal memang kesulitan menciptakan peluang bersih meski tampil dominan dalam penguasaan bola. Serangan dari sisi sayap yang biasanya menjadi kekuatan utama tidak berjalan efektif.

Vieira mengatakan kepada Sky Sports:"Masih ada beberapa pertanyaan tentang kekuatan mental tim. Mereka akan sangat kecewa dengan penampilan itu, bukan karena mereka kalah, tetapi karena cara mereka kalah. Mereka tidak menciptakan cukup peluang, [Bukayo] Saka dan [Leandro] Trossard, di sisi kiri, tidak cukup produktif untuk menciptakan bahaya bagi United," kritiknya.


Arsenal Dinilai Kehilangan Sosok Pemimpin

1. Patrick Vieira - Vieira adalah pemain penting sekaligus pilihan utama Arsene Wenger di lini tengah The Gunners. Pria asal Prancis ini adalah sosok kapten yang membawa Arsenal menjuarai Liga Inggris musim 2003/04 tanpa sekali pun menelan kekalahan. (AFP/Odd Andersen)

Selain soal performa individu, Vieira juga menyoroti aspek kepemimpinan di dalam tim Arsenal. Ia menilai skuad asuhan Mikel Arteta kurang memiliki figur yang mampu mengangkat moral tim saat situasi sulit.

Dalam laga melawan Manchester United, Arsenal sempat bangkit menyamakan skor di menit-menit akhir. Namun, mereka kembali lengah dan kebobolan gol penentu hanya tiga menit berselang.

Menurut Vieira, momen-momen seperti itulah yang membutuhkan kehadiran seorang pemimpin di lapangan. Sosok yang bisa menjaga fokus tim dan mendorong rekan setim untuk bermain lebih berani.

"Mereka membutuhkan seorang pemimpin untuk membangkitkan semangat tim. Mereka membutuhkan seseorang untuk membuat mereka mengerti bahwa ketika mereka berada di lapangan, mereka perlu bermain dengan lebih banyak energi dan mengambil lebih banyak risiko karena mereka memiliki kualitas. Ini adalah penampilan yang mengecewakan karena mereka tidak mengekspresikan diri," tegas Vieira.

(Sky Sports)


Klasemen Liga inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya