Menteri LH Terjunkan Tim Kaji Bencana Longsor di Cisarua Bandung Barat

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, kementeriannya akan menugaskan tim khusus untuk mendalami kejadian longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

oleh Dikdik RipaldiDiterbitkan 25 Januari 2026, 21:31 WIB
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan relawan terus melanjutkan pencarian korban yang masih tertimbun material longsor. Tampak dalam foto, tim penyelamat mencari korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Minggu 25 Januari 2026. (Timur Matahari/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengklaim, kejadian longsor di Pasirlangu akan dikaji secara mendalam oleh pemerintah, seperti yang dilakukan atas kejadian longsor dan banjir bandang di Sumatera dan Aceh beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, kementeriannya akan menugaskan tim khusus untuk mendalami kejadian longsor di desa yang masuk pada wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat itu.

"Besok kami sudah menurunkan tim ahli sebagaimana kami lakukan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh Tamiang. Kalau bicara lingkungan ini harus saintis, tidak bisa main kira-kira," sebutnya kepada wartawan saat meninjau lokasi longsor Pasirlangu, Minggu, (25/1/2026).

Tim tenaga ahli itu, katanya, akan bergabung dengan penanggulangan bencana yang dilakukan pemerintah daerah. Tidak hanya menganalisis sebab longsor, tetapi juga mendalami lanskap wilayah atau tata ruang perbukitan di bawah Gunung Burangrang itu.

"Kemudian akan kita lakukan langkah-langkah penanganan lebih lanjut," imbuhnya.

"Saya rasa perlu lebih agak mendalam ini kami mungkin perlu waktu 1-2 minggu untuk menyelesaikan kajian detil bersama para akademisi, dari BRIN, dan lain-lain untuk merumuskan langkah-langkah ini," katanya.

 

Perlu Direhabilitasi

Operasi pencarian juga terkendala medan yang berat, tanah yang masih labil, serta kondisi cuaca yang masih sering diguyur hujan. Tampak foto udara menunjukkan tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Minggu 25 Januari 2026. (Timur Matahari/AFP)

Sementara, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut wilayah longsor Desa Pasirlangu dinilai perlu direhabilitasi. Karakteristik tanah subur yang gembur hingga hilangnya tanaman-tanaman keras penyangga kawasan dinilai menjadi rentetan faktor penyebab bencana pergerakan tanah itu terjadi.

Ia menyebut, kawasan tersebut tergolong rawan terjadinya pergerakan tanah. Sementara, daya ikat tanah kian melemah, sebab kawasan perbukitan itu semakin dipadati permukiman, bersamaan juga dengan susutnya tanaman pelindung berakar kuat.

“Selain hujan keras, struktur tanah di sini gembur. Subur di satu sisi untuk tanaman, tapi di sisi lain rawan karena tanahnya tidak kokoh,” ujar Tito kepada wartawan di lokasi.

“Banyak permukiman dan tanaman pelindung yang akarnya menancap ke dalam banyak berganti menjadi hortikultura dan sayur-sayuran. Itu membuat sangat rentan kalau terjadi hujan keras,” imbuhnya.

 

Maksimalkan Pencarian Korban

Memaksimalkan pencarian korban hilang dianggap langkah jangka pendek yang mesti terus dilakukan. Hal itu, lanjut Tito, mesti diimbuhi dengan pendampingan bagi warga terdampak.

“Saya lihat dukungannya banyak sekali, dari gubernur, bupati, jajaran, TNI, Polri, relawan, sampai pemerintah pusat, semuanya bergerak,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya