26 Januari 2001: Gempa Magnitudo 7,9 Guncang India Barat dan Pakistan, 2.000 Orang Tewas

Sejumlah fasilitas umum termasuk kesehatan lumpuh akibat gempa bumi.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 26 Januari 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi gempa bumi. (Gambar oleh Angelo Giordano dari Pixabay)

Liputan6.com, New Delhi - Gempa dahsyat mengguncang wilayah India bagian barat dan sebagian Pakistan 25 tahun lalu. Insiden ini menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kerusakan luas di sejumlah kota.

Otoritas setempat memperkirakan jumlah korban jiwa masih akan terus bertambah seiring berlanjutnya operasi pencarian dan penyelamatan, dikutip dari BBC, Senin (26/1/2026).

Wilayah yang paling terdampak adalah Kota Bhuj di negara bagian Gujarat serta Ahmedabad, kota besar yang terletak tidak jauh dari pusat gempa. Para pejabat India menyebutkan, lebih dari 2.000 jenazah telah ditemukan.

Perdana Menteri India Atal Behari Vajpayee menyatakan negara tersebut berada dalam kondisi darurat dengan status “siaga perang”.

Ia menyerukan seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghadapi bencana tersebut. “Kita harus bersatu dan melawan bencana ini bersama-sama,” ujar Vajpayee.

Di Bhuj, sekitar 400 anak dilaporkan terperangkap di dalam sebuah gedung sekolah yang runtuh akibat gempa. Tim penyelamat bekerja tanpa henti, dibantu relawan, warga setempat, serta aparat keamanan yang dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak.

Saat malam tiba, lampu sorot dipasang untuk membantu proses evakuasi. Para penyelamat menggunakan linggis dan tangan kosong untuk menggali puing-puing bangunan. Teman, tetangga, dan relawan turut membantu dengan peralatan seadanya.

Seorang pejabat Palang Merah kepada BBC News Online mengatakan banyak bangunan di Bhuj merupakan bangunan tua yang tidak dirancang untuk menahan guncangan gempa kuat. Menteri Dalam Negeri Gujarat, Haren Pandya, menginstruksikan warga agar segera mengevakuasi bangunan yang retak atau berusia tua demi mencegah korban tambahan.

Pihak berwenang setempat menyatakan bangunan pemerintah umumnya dibangun dengan standar tahan gempa, namun sebagian besar bangunan milik swasta tidak memenuhi ketentuan tersebut.

Gempa terjadi sekitar pukul 08.50 waktu setempat, bertepatan dengan perayaan Hari Republik India. Saat itu, banyak warga tengah mengikuti parade atau berada di rumah karena hari libur nasional.

Dampak gempa juga melumpuhkan fasilitas kesehatan. Sejumlah rumah sakit rusak, sementara fasilitas medis lainnya kewalahan menampung korban luka. Ribuan orang terpaksa berkemah di luar Rumah Sakit Angkatan Udara di Bhuj sambil menunggu perawatan. Di rumah sakit lain, tenaga medis bahkan merawat pasien di jalanan.

Kepala Rumah Sakit Sipil Ahmedabad, Anil Chadha, menyebut situasi tersebut sebagai salah satu pengalaman terburuk dalam hidupnya. “Ini bisa disebut hari terpanjang yang pernah saya alami,” ujarnya.

Operasi penyelamatan yang melibatkan pasukan tentara India masih terus berlangsung. Gempa tersebut tercatat memiliki magnitudo antara 6,9 hingga 7,9 dan getarannya dirasakan hingga Bangladesh, Nepal, serta kota Pondicherry di India tenggara.

Di Pakistan, setidaknya delapan orang dilaporkan tewas. Dua di antaranya adalah anak-anak di Kota Hyderabad yang meninggal dunia setelah rumah mereka runtuh akibat gempa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya