Liverpool Kalah Dramatis dari Bournemouth, Ini Pembelaan Virgil van Dijk: Gara-gara Angin

Virgil van Dijk buka suara usai blunder fatal saat Liverpool kalah dramatis 2-3 dari Bournemouth di pekan ke-23 Liga Inggris 2025/2026.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 25 Januari 2026, 04:10 WIB
Kapten Liverpool Virgil van Dijk (kiri) berusaha menyemangati rekan-rekannya di laga kontra Bournemouth di pekan ke-23 Liga Inggris 2025/2026 di Vitality Stadium, Minggu (25/01/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool harus pulang dengan tangan hampa dari Vitality Stadium saat bertandang ke markas Bournemouth pada pekan ke-23 Liga Inggris 2025/2026. Duel yang digelar Minggu (25/01/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan kekalahan dramatis 3-2 bagi The Reds.

Tim tamu sejatinya tampil dominan sejak menit awal dan langsung mengambil inisiatif serangan. Namun, pertahanan rapat Bournemouth membuat Liverpool kesulitan menciptakan peluang bersih di sepertiga akhir.

Situasi berubah pada menit ke-26 ketika Bournemouth justru membuka keunggulan lebih dulu. Gol itu bermula dari blunder Virgil van Dijk yang gagal menghalau bola dengan sempurna di kotak penalti.

Liverpool kemudian tertinggal 2-0 tapi sempat bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di babak kedua. Sayangnya, gol telat Bournemouth di masa tambahan waktu memaksa pasukan Merseyside Merah menelan kekalahan pahit.


Van Dijk Singgung Faktor Angin di Balik Gol Pertama Bournemouth

Momen Virgil van Dijk (kedua dari kiri) mencetak gol di laga Bournemouth vs Liverpool di pekan ke-23 Liga Inggris 2025/2026 di Vitality Stadium, Minggu (25/01/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Ian Walton)

Gol pembuka Bournemouth berawal dari upaya Van Dijk menghalau bola lambung di area berbahaya. Bola tersebut justru jatuh ke kaki Alex Scott yang mampu menjaga bola tetap hidup sebelum memberi umpan tarik.

Evanilson dengan sigap memanfaatkan situasi itu untuk menaklukkan kiper Liverpool dan membawa tuan rumah unggul. Momen tersebut langsung menempatkan Van Dijk dalam sorotan karena dianggap melakukan kesalahan fatal.

Usai laga, kapten Liverpool itu tidak menampik perannya dalam terciptanya gol pertama. Namun, ia menilai kondisi lapangan dan faktor alam turut memengaruhi keputusannya saat itu.

"Gol pertama adalah bola yang sulit diprediksi dalam situasi tersebut, anginnya sangat menyulitkan, jadi kebobolan gol itu - kami mengendalikan permainan sebelum itu,” kilah Van Dijk seperti dilansir laman resmi Premier League.


Lemparan ke Dalam Jadi Penentu Kekalahan Liverpool

Manajer AFC Bournemouth, Andoni Iraola, memeluk Lewis Cook seusai timnya berhasil mengalahkan Liverpool pada pertandingan Liga Inggris di Vitality Stadium, Minggu (25/1/2025) dini hari WIB. (Glyn KIRK / AFP)

Liverpool sebenarnya sempat berada di jalur positif setelah Dominik Szoboszlai mencetak gol penyeimbang lewat tendangan bebas indah pada menit ke-80. Momentum itu membuat The Reds terus menekan demi mencari gol kemenangan.

Namun, petaka datang di masa injury time ketika Bournemouth mendapatkan lemparan ke dalam dari sisi kanan. Liverpool gagal mengantisipasi situasi tersebut hingga bola jatuh ke area berbahaya.

Terjadi kemelut di depan gawang sebelum Amine Adli melepaskan sepakan yang mengarah ke tiang jauh. Gol pada menit ke-90+5 itu memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi Bournemouth.

“Dan kemudian bermain dengan sepuluh pemain dan kebobolan dua gol sama sekali tidak bagus. Gol yang saya cetak sebelum jeda memberi kami momentum dan kami bekerja sangat keras untuk bangkit di babak kedua, tetapi pada akhirnya lemparan ke dalam merugikan kami," ucap Van Dijk.

(Premier League)


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya