Usai Berpidato di WEF, Prabowo Kunjungi Paris untuk Bertemu Presiden Prancis Macron

Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kunjungan kerjanya ke Paris, Prancis, Jumat (23/1/2026), usai menyampaikan pidato di World Economic Forum (WEF) Swiss.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 24 Januari 2026, 05:42 WIB
Prabowo Kunjungi Paris untuk Bertemu Presiden Macron

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melanjutkan kunjungan kerjanya ke Paris, Prancis, Jumat (23/1/2026), usai menyampaikan pidato di World Economic Forum (WEF) Swiss. Kunjungan tersebut bagian dari agenda diplomasi bilateral untuk memperkuat hubungan kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis.

Berdasarkan siaran pers, pesawat kepresidenan yang membawa Presiden Prabowo tiba di Bandar Udara Orly, Paris, Prancis, pada Jumat, sekitar pukul 14.50 waktu setempat.

Kedatangan Prabowo disambut oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone, Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar, serta Atase Pertahanan RI di Paris Marsma TNI Hendra Gunawan.

Setelah turun dari pesawat, Prabowo melewati karpet merah dan berjabat tangan dengan para pejabat penyambut. Kepala Negara kemudian berjalan menuju kendaraan VVIP untuk melanjutkan perjalanan.

Pada kunjungan ini, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam jamuan santap malam pribadi (private dinner) yang akan berlangsung di Istana Élysée pada malam hari.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Prancis di berbagai bidang strategis.

Kunjungan ke Paris ini menegaskan komitmen kuat Pemerintahan Presiden Prabowo untuk terus mengedepankan diplomasi aktif, membangun kepercayaan global, serta memperluas kemitraan strategis Indonesia dengan negara-negara sahabat di Eropa.

Prabowo Pidato di WEF

Sebelumnya, Prabowo memperkenalkan istilah Greedonomics di hadapan pemimpin negara dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Di Indonesia, dia sempat menggunakan kata Serakahnomic, sindiran tajam terhadap sistem ekonomi yang dikuasai oleh segelintir orang serakah terhadap praktik usaha yang melanggar hukum alias ilegal.

Prabowo mengulas masa awal kepemimpinannya yang berhasil mengungkap kasus korupsi penyalahgunaan tata kelola BBM, hingga menyita 4 juta hektare perkebunan sawit ilegal.

"Sungguh menakjubkan, saya menyebut ini usaha bebas, saya menyebut ini bukan pasar bebas, saya menyebutnya secara terbuka 'Greedonomics'. Ekonomi keserakahan, ekonomi dari praktik-praktik rakus," tutur Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo pun menyinggung istilah robber barons yang populer digunakan di sejumlah negara pada abad ke-19. Makna kalimat tersebut dinilainya sama dengan greedonomics.

Menurutnya, tidak ada iklim investasi yang diciptakan tanpa kepastian penegakan hukum yang adil. Kepala Negara kembali menegaskan, tidak ada seorang pun akan datang untuk berinvestasi di negara yang tidak taat hukum.

Sebab itu, dia bertekad untuk memastikan penegakan hukum di atas kepentingan pribadi, bahkan korporasi sekali pun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya