IHSG Ditutup Turun ke 8.951, Pasar Cermati Rencana Free Float MSCI

IHSG melemah di tengah kekhawatiran pasar atas rencana perubahan metodologi free float MSCI.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 23 Januari 2026, 18:20 WIB
Rencana penyesuaian indeks MSCI membuat IHSG dan LQ45 ditutup di zona merah. IHSG ditutup turun 41,16 poin atau 0,46 persen ke posisi 8.951,00. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (23/1/2026) sore. Tekanan pasar muncul seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap rencana perubahan metodologi perhitungan free float oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

IHSG ditutup turun 41,16 poin atau 0,46 persen ke posisi 8.951,00. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan ikut melemah 1,51 poin atau 0,17 persen ke level 873,59.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipicu oleh sikap wait and see pelaku pasar terhadap kebijakan MSCI yang berpotensi memicu tekanan jual dari investor asing.

“Pelemahan IHSG antara lain dipicu oleh antisipasi penerapan metodologi MSCI untuk penghitungan free float saham-saham Indonesia yang dikhawatirkan akan berdampak pada tekanan jual oleh investor asing, terutama terhadap saham-saham yang mayoritas dimiliki oleh institusi atau konglomerasi,” sebut Tim Riset Phintraco Sekuritas dikutip dari Antara.

MSCI diketahui tengah mengkaji perubahan metode penghitungan free float saham emiten Indonesia untuk kepentingan masuk dalam indeks global. Dalam prosesnya, MSCI mengusulkan penggunaan Monthly Holding Composition Report dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai tambahan referensi.

Masukan publik atas rencana tersebut telah ditutup pada 31 Desember 2025. Hasil konsultasi dijadwalkan diumumkan sebelum 30 Januari 2026, dan jika disetujui, perubahan metodologi akan mulai berlaku pada review indeks MSCI Mei 2026.

 

Krusian Bagi Emiten Indonesia

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Rencana perubahan metodologi free float MSCI dinilai krusial bagi emiten-emiten di pasar modal Indonesia yang menargetkan masuk ke dalam indeks global. Selama ini, Bursa Efek Indonesia hanya menerima laporan kepemilikan saham di atas 5 persen, sementara data KSEI mencakup pemegang saham di bawah angka tersebut.

Dengan basis data yang lebih rinci, struktur kepemilikan publik saham emiten dapat terlihat lebih jelas. Namun di sisi lain, hal ini juga memunculkan kekhawatiran adanya penyesuaian bobot saham tertentu dalam indeks MSCI yang berpotensi memicu arus keluar dana asing.

Dari sisi global, sentimen pasar Asia cenderung positif. Bursa saham kawasan Asia ditutup menguat seiring keputusan Bank of Japan (BoJ) yang mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,75 persen, menjelang Pemilihan Umum Jepang pada 8 Februari 2026.

Sejalan dengan keputusan tersebut, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 40 tahun turun 4 basis poin ke level 3,953 persen, meskipun obligasi dengan tenor lebih pendek justru mengalami kenaikan.

Namun sentimen positif dari Asia belum cukup kuat untuk mengangkat IHSG. Sejak pembukaan perdagangan, indeks bergerak di zona merah dan bertahan melemah hingga penutupan sesi kedua.

 

Sektor yang Menguat

Pekerja melintas di layar IHSG di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang mampu mencatatkan penguatan. Sektor kesehatan memimpin dengan kenaikan 0,83 persen, disusul sektor infrastruktur yang naik 0,12 persen.

Sebaliknya, sembilan sektor lainnya ditutup melemah. Sektor transportasi dan logistik mencatat penurunan terdalam sebesar 2,23 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan industri yang masing-masing terkoreksi 2,17 persen dan 1,57 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain RMKO, BAIK, LPCK, TOOL, dan JAST. Sementara saham yang mengalami penurunan paling dalam yakni PTRO, ZATA, DAAZ, MPPA, dan MAHA.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 3,32 juta kali. Volume perdagangan saham mencapai 64,15 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp32,04 triliun. Sebanyak 191 saham menguat, 495 saham melemah, dan 118 saham stagnan.

 

Bursa Asia

Sementara itu, bursa regional Asia ditutup di zona hijau. Indeks Nikkei naik 0,20 persen, Shanghai Composite menguat 0,33 persen, Hang Seng naik 0,45 persen, dan Straits Times melonjak 1,31 persen.

Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan keputusan MSCI yang dinilai menjadi katalis penting bagi pergerakan IHSG dalam beberapa bulan mendatang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya