Liputan6.com, Jakarta - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp 150 miliar di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi signifikan.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/1/2026), Manajemen ERAA menyampaikan, aksi buyback ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 13 Tahun 2023 serta Surat OJK Nomor S-17/D.04/2025 terkait kebijakan pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang bergejolak. Pembelian kembali saham akan dilakukan secara bertahap selama tiga bulan, mulai 23 Januari hingga 23 April 2026 melalui Bursa Efek Indonesia.
Advertisement
Sesuai ketentuan yang berlaku, jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20 persen dari modal disetor, dengan ketentuan minimal saham beredar tetap sebesar 7,5 persen. Dana buyback sepenuhnya berasal dari kas internal Perseroan dan tidak termasuk biaya transaksi seperti komisi perantara.
Manajemen menegaskan, pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun operasional perusahaan. Berdasarkan proforma laporan keuangan per 31 Desember 2024, aset dan ekuitas Perseroan akan berkurang masing-masing sebesar Rp 150 miliar apabila seluruh anggaran buyback terealisasi, sementara laba bersih dan laba per saham (EPS) tetap tidak berubah secara signifikan.
Sebagai informasi, ERAA sebelumnya telah beberapa kali melakukan buyback saham, dengan total akumulasi mencapai 165,51 juta saham. Sebagian saham hasil buyback tersebut juga telah digunakan untuk program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) Tahap I pada 2025.
Perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai perantara pelaksana buyback. Selama periode pembelian kembali saham, pihak internal termasuk direksi, komisaris, karyawan, serta pemegang saham utama dilarang melakukan transaksi atas saham Perseroan sesuai ketentuan pasar modal.
Manajemen ERAA optimistis aksi korporasi ini dapat menjaga stabilitas harga saham serta mencerminkan keyakinan terhadap fundamental dan prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan, tanpa mengganggu likuiditas maupun kelangsungan usaha Perseroan
Erajaya Tambah Modal ke Anak Usaha, Segini Nilainya
Sebelumnya, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyetorkan modal kepada sejumlah anak usaha perseroan sekitar Rp 369,78 miliar. Suntikan modal perseroan kepada anak usaha akan dipakai sebagai modal kerja.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (27/12/2025), pertama, PT Erajaya Swasembada Tbk mengambil alih 187.500 saham baru PT Era Sukses Abadi (ESA) yang merupakan anak usaha perseroan dengan nilai nominal Rp 1 juta. Nilai transaksi mencapai Rp 187,50 miliar. Penyetoran tambahan modal ini dipakai sebagai modal kerja ESA.
Dengan demikian, peningkatan modal ditempatkan dan disetor ESA dari Rp 476 miliar menjadi Rp 663,50 miliar. Adapun peningkatan modal dasar ESA dari Rp 500 miliar menjadi Rp 663,50 miliar.
Kedua, perseroan menyerap 174.275 saham baru PT Era Boga Nusantara (EBN) dengan nilai nominal Rp 1 juta. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp 174,27 miliar.Peningkatan modal ditempatkan dan disetor EBN dari Rp 335,90 miliar menjadi Rp 510,17 miliar. Adapun peningkatan modal dasar EBN dari Rp 500 miliar menjadi Rp 750 miliar.
Ketiga, anak usaha perseroan PT Era Boga Nusantara (EBN) menyerap 170.000 saham PT Era Boga Pretzel (EBPRETZ) dengan nilai nominal R p 8,5 miliar. Transaksi afiliasi antara EBN dan EBPRETZ ini untuk mempertahankan kepemilikan perseroan melalui EBN pada EBPRETZ.
Adapun penambahan dan pengambilalihan saham baru tersebut oleh Perseroan pada ESA. EBN dan EBPRETZ merupakan transaksi afiliasi yang wajib dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 24 Desember 2025, harga saham ERAA turun 0,49% ke posisi Rp 405 per saham. Harga saham ERAA dibuka naik dua poin ke posisi Rp 410 per saham. Saham ERAA berada di level tertinggi Rp 414 dan terendah Rp 404 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.834 kali dengan volume perdagangan 302.356 saham. Nilai transaksi Rp 12,3 miliar.
Erajaya Tambah Modal ke Anak Usaha F&B Rp 10,5 Miliar
Sebelumnya, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melalui entitas anaknya, PT Era Boga Nusantara (EBN), melakukan penyetoran tambahan modal sebesar Rp10,5 miliar ke PT Era Boga Patiserindo (EBP) sebagai bagian dari transaksi afiliasi. Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan kepemilikan saham mayoritas di EBP.
EBP merupakan salah satu Perusahaan Terafiliasi Erajaya Swasembada dengan kepemilikan tidak langsung melalui EBN sebanyak 70% sahamnya dimiliki oleh Perseroan.
Transaksi ini melibatkan penyetoran 10.500 lembar saham baru kategori saham biasa, masing-masing dengan nilai nominal Rp1 juta, oleh EBN. Dana transaksi bersumber dari kas internal EBN.
“Transaksi ini merupakan penyertaan modal tambahan dalam rangka mempertahankan kepemilikan Perseroan melalui EBN pada EBP,” tulis manajemen Erajaya, dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI)
Kepemilikan Saham EBP
Setelah transaksi ini, modal ditempatkan dan disetor EBP meningkat dari Rp116 miliar menjadi Rp131 miliar. Komposisi kepemilikan saham EBP tetap sama, dengan EBN menguasai 70% dan Paris Baguette Singapore Pte. Ltd. sebesar 30%.
PT Era Boga Patiserindo merupakan perusahaan afiliasi Erajaya yang bergerak di bidang restoran dan kafe roti dengan merek Paris Baguette. Sementara itu, EBN adalah entitas anak Erajaya yang sahamnya dimiliki sebesar 99,9997% dan menjalankan bisnis di sektor kedai makanan, minuman, dan ritel produk makanan serta tembakau.
Manajemen menyatakan bahwa transaksi ini tidak berdampak material terhadap operasional, aspek hukum, maupun kondisi keuangan Perseroan. “Transaksi dilakukan semata-mata untuk mempertahankan kepemilikan Perseroan di EBP,” jelas manajemen.
Sesuai ketentuan POJK No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan, serta peraturan Bursa Efek Indonesia, transaksi ini wajib dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).