Hujan Lebat Picu Longsor di Lokasi Perkemahan Selandia Baru, Sejumlah Orang Dilaporkan Hilang

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 22 Januari 2026, 16:15 WIB
Hujan Lebat Picu Longsor di Lokasi Perkemahan Selandia Baru, Sejumlah Orang Dilaporkan Hilang
Hujan lebat yang mengguyur Selandia Baru menyebabkan sejumlah kerusakan dan memicu longsor pada Kamis, 22 Januari 2026. Sejumlah orang, termasuk anak-anak, dilaporkan hilang akibat longsor yang terjadi di dekat sebuah lokasi perkemahan. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di lokasi perkemahan Gunung Maunganui yang merupakan salah satu destinasi populer di pantai utara Selandia Baru. Ratusan keluarga yang berada di lokasi perkemahan telah dievakuasi. Layanan darurat setempat terus berupaya memastikan tidak ada lagi orang yang terjebak di area tersebut. Sebagai informasi, longsor terjadi pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 09.30 waktu setempat, ketika material tanah dan bebatuan meluncur deras menimpa area perkemahan. Sejumlah media lokal melaporkan beberapa helikopter dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung. Sementara, pihak kepolisian setempat menyatakan lokasi perkemahan tersebut telah dikosongkan.
Polisi dan petugas yang berdiri setelah tanah longsor sementara pencarian sedang dilakukan oleh layanan darurat setempat untuk orang hilang di Gunung Maunganui, Tauranga, Selandia Baru pada Kamis 22 Januari 2026. Hujan lebat yang mengguyur Selandia Baru menyebabkan sejumlah kerusakan dan memicu longsor. (DJ MILLS/AFP)
Sejumlah orang, termasuk anak-anak, dilaporkan hilang akibat longsor yang terjadi di dekat sebuah lokasi perkemahan. Tampak foto yang memperlihatkan pemandangan umum yang menunjukkan tanah longsor saat pencarian sedang dilakukan oleh layanan darurat setempat untuk orang hilang di Gunung Maunganui, Tauranga, Selandia Baru pada Kamis 22 Januari 2026. (DJ MILLS/AFP)
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di lokasi perkemahan Gunung Maunganui yang merupakan salah satu destinasi populer di pantai utara Selandia Baru. Tampak dalam foto, sepasang suami istri melihat tanah longsor sementara pencarian sedang dilakukan oleh layanan darurat setempat untuk orang hilang di Gunung Maunganui, Tauranga, Selandia Baru pada Kamis 22 Januari 2026. (DJ MILLS/AFP)
Ratusan keluarga yang berada di lokasi perkemahan telah dievakuasi. Tampak dalam foto, petugas darurat menutup jalan setelah tanah longsor sementara pencarian sedang dilakukan oleh layanan darurat setempat untuk orang hilang di Gunung Maunganui, Tauranga, Selandia Baru pada Kamis 22 Januari 2026. (DJ MILLS/AFP)
Layanan darurat setempat terus berupaya memastikan tidak ada lagi orang yang terjebak di area tersebut. Tampak dalam foto, petugas darurat menutup jalan setelah tanah longsor sementara pencarian sedang dilakukan oleh layanan darurat setempat untuk orang hilang di Gunung Maunganui, Tauranga, Selandia Baru pada Kamis 22 Januari 2026. (DJ MILLS/AFP)
Sebagai informasi, longsor terjadi pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 09.30 waktu setempat, ketika material tanah dan bebatuan meluncur deras menimpa area perkemahan. Tampak dalam foto, petugas darurat menutup jalan setelah tanah longsor sementara pencarian sedang dilakukan oleh layanan darurat setempat untuk orang hilang di Gunung Maunganui, Tauranga, Selandia Baru pada Kamis 22 Januari 2026. (DJ MILLS/AFP)
Sejumlah media lokal melaporkan beberapa helikopter dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung. Tampak dalam foto, petugas darurat menutup jalan setelah tanah longsor sementara pencarian sedang dilakukan oleh layanan darurat setempat untuk orang hilang di Gunung Maunganui, Tauranga, Selandia Baru pada Kamis 22 Januari 2026. (DJ MILLS/AFP)
Sementara, pihak kepolisian setempat menyatakan lokasi perkemahan tersebut telah dikosongkan. Tampak dalam foto, petugas darurat menutup jalan setelah tanah longsor sementara pencarian sedang dilakukan oleh layanan darurat setempat untuk orang hilang di Gunung Maunganui, Tauranga, Selandia Baru pada Kamis 22 Januari 2026. (DJ MILLS/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya