Liputan6.com, Jakarta - Maraknya peredaran aplikasi berbahaya yang menyusup lewat tautan tidak resmi membuat pengguna smartphone perlu meningkatkan kewaspadaan saat akan mengunduh aplikasi.
Untuk menjaga keamanan perangkat dari ancaman malware, langkah paling mendasar yang bisa dilakukan adalah menginstal aplikasi hanya melalui toko resmi, memastikan kredibilitas pengembang, serta meniliti izin akses yang diminta sebelum menekan tombol unduh.
Advertisement
Dilansir SamMobile, Senin (26/1/2026), unduhan aplikasi yang aman berasal dari pengembang terverifikasi dan tersedia di toko aplikasi resmi yang telah dilengkapi dengan sistem pemindaian keamanan. Selain itu, aplikasi semacam ini hanya meminta izin akses yang relevan dengan fungsinya.
Sebaliknya, unduhan berbahaya kerap kali berasal dari sumber yang tidak resmi atau pengembang yang tidak jelas. Ciri lainnya antara lain permintaan izin yang berlebihan, ulasan pengguna yang buruk, serta informasi pengembang yang mencurigakan.
Hal tersebut dapat menjadi indikasi adanya risiko malware hingga potensi pencurian data pribadi pengguna.
Ada beberapa indikator penting untuk mengenali aplikasi yang aman sebelum diunduh. Pastikan aplikasi berasal dari toko resmi karena biasanya sudah melewati proses pemindaian otomatis untuk mendeteksi kode berbahaya.
Pengguna juga disarankan untuk memeriksa kredibilitas developer, termasuk status verifikasi yang menandakan pengembang telah diautentikasi oleh platform.
Selain itu, perhatikan izin akses yang diminta aplikasi. Aplikasi yang aman umumnya hanya meminta izin yang relevan dengan fungsinya.
Misalnya, kalkulator sederhana yang meminta akses kamera, mikrofon, hingga kontak perlu diwaspadai. Indikator lainnya yaitu ulasan pengguna, terutama dari akun terverifikasi dengan komentar detail.
Jika aplikasi memiliki rating rendah atau dipenuhi keluhan terkait aktivitas yang mencurigakan, pengguna disarankan untuk menghindarinya.
Bagaimana Toko Aplikasi Resmi Melindungi Pengguna dari Aplikasi Berbahaya?
Toko aplikasi resmi seperti Google Play Store, Apple App Store, dan Samsung Galaxy Store umumnya dilengkapi sistem keamanan berlapis untuk membantu mendeteksi dan menyingkirkan dari aplikasi berbahaya.
Perlindungan ini mencakup pemindaian otomatis, verifikasi pengembang, hingga pemantauan berkelanjutan setelah aplikasi terpasang di perangkat.
Di Google Play, fitur Play Protect memindai miliaran aplikasi setiap hari untuk mendeteksi malware, trojan, hingga aktivitas mencurigakan.
Sementara itu, Appke menerapkan proses peninjauan aplikasi yang ketat untuk memastikan aspek keamanan dan privasi terpenuhi. Adapun Samsung Galaxy Store menghadirkan lapisan keamanan tambahan yang dirancang khusus untuk perangkat Samsung.
Jika aplikasi berbahaya lolos dari penyaringan awal, sistem pelaporan pengguna dan deteksi otomatis dapat segera mengidentifikasi ancaman dan menarik aplikasi tersebut dari peredaran.
Apa yang Harus Pengguna Periksa Sebelum Mengunduh Aplikasi?
Sebelum mengunduh aplikasi, pengguna disarankan untuk melakukan verifikasi sederhana agar terhindar dari aplikasi palsu atau berbahaya. Ada lima langkah yang bisa dilakukan, mulai dari mengecek reputasi pengembang, membaca ulasan terbaru, hingga meninjau izin akses yang diminta aplikasi.
Selain itu, perhatikan juga seberapa rutin aplikasi mendapatkan pembaruan, karena update berkala biasanya menandakan pengembang aktif melakukan perbaikan dan patch keamanan. Terakhir, pengguna bisa membandingkan ukuran file dengan aplikasi sejenis untuk memastikan tidak ada kejanggalan.
Bila memungkinkan, fokuslah pada ulasan dari satu bulan terakhir dan cari komentar yang spesifik soal fungsi aplikasi, layanan, serta indikasi masalah keamanan. Hindari aplikasi dengan ulasan terlalu “generik” atau banyak keluhan terkait perilaku yang mengganggu.