Rekomendasi Saham Hari Ini 22 Januari 2026: ENRG, IMPC, MBMA, ANTM hingga HRTA

Intip strategi rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Kamis, (22/1/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 22 Januari 2026, 07:09 WIB
Analis prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham Kamis, (22/1/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Kamis, (22/1/2026). IHSG hari ini diprediksi melemah ke 8.710-8.887. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 1,36% ke 9.010 dan masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan saham Rabu, 21 Januari 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG saat ini berada pada awal wave [iv] dari wave 5 sehingga IHSG masih rawan melanjutkan koreksi ke kisaran 8.710-8.887.

"Adapun area penguatan IHSG akan menguji 9.026-9.054,” ujar Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.956,8.905 dan level resistance 9.120,9.192 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support dan level resistance 9.000-9.200.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Sementara itu, Herditya memilih saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Rekomendasi Teknikal:

1.PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Spec Buy

Saham ENRG menguat 0,98% ke 1.550 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatan saham ENRG pun belum mampu break moving average (MA)20 harian. “Selama masih mampu bertahan di atas 1.515 sebagai stoplossnya, posisi ENRG saat ini diperkirakan membentuk bagian dari wave [b] dari wave 4,” ujar Herditya.

Spec Buy: 1.520-1.545

Target Price: 1.580, 1.655

Stoploss: below 1.515

 

2.PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) - Buy on Weakness

Saham IMPC menguat 1,72% ke 3.550 dan masih didominasi oleh volume pembelian meskipun cenderung mengecil. “Kami perkirakan posisi IMPC sedang berada di awal wave 5 dari wave (5),” kata dia.

Buy on Weakness: 3.480-3.530

Target Price: 3.640, 3.870

Stoploss: below 3.430

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

3.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness

Saham MBMA menguat 1,30% ke 780 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. “Selama MBMA masih mampu berada di atas 735 sebagai stoplossnya, posisi MBMA saat ini berada pada bagian awal dari wave v dari wave (iii),” ujar dia.

Buy on Weakness: 745-775

Target Price: 825, 880

Stoploss: below 735

 

4.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) - Sell on Strength

Saham BMRI terkoreksi 0,70% ke 4.990 dan disertai dengan munculnya volume penjualan, tetapi koreksinya masih tertahan oleh MA20. “Kami perkirakan, posisi BMRI saat ini berada di awal wave [c] dari wave 2, sehingga BMRI masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 4.460-4.750.

Sell on Strength: 5.000-5.050

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 21 Januari 2026

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada penutupan perdagangan saham Rabu (21/1/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah nilai rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat meski masih di kisaran 16.900 dan aksi jual saham oleh investor asing.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup anjlok 1,36% ke posisi 9.010,33. Indeks saham LQ45 melemah 1,47% ke posisi 871,41. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing melepas saham Rp 1,88 triliun.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus alias Nico menuturkan, IHSG melemah diwarnai dengan volatilitas tinggi akibat aksi ambil untung.

“Dari dalam negeri, saham-saham berbasis Sumber Daya Alam (SDA) termasuk yang berkapitalisasi besar (big caps) tercatat melemah merespons kebijakan pemerintah yang mencabut izin Perizinan Berusaha Pemanfataan Hutan (PBPH) sebanyak 28 perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan,” demikian seperti dikutip dari Antara.

 

 

Sentimen IHSG Lainnya

Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Ia menambahkan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang memutuskan mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75 persen atau sesuai ekspektasi, belum mampu menjadi katalis untuk menahan pelemahan IHSG.

Dari mancanegara, Nico menuturkan, pelaku pasar khawatir terhadap ketegangan geopolitik seiring ancaman baru Amerika Serikat (AS) untuk mengakuisisi Greenland, serta adanya ancaman tarif baru Presiden AS Donald Trump terhadap Eropa terkait Greenland.

Kemudian, fokus pelaku pasar akan tertuju kepada pidato Trump di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, dan KTT darurat Uni Eropa di Kota Brussels, Belgia.

Sektor Saham

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.105,23 dan level terendah 8.977,68. Sebanyak 546 saham melemah sehingga bebani IHSG. 179 saham menguat dan 77 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 4.032.241 kali dengan volume perdagangan saham 61,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 34,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.927.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham basic naik 0,14% dan sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,58%. Sementara itu, sektor saham industri melemah 0,33% dan catat koreksi terbesar.

Selain itu, sektor saham properti terpangkas 3,44% dan sektor saham transportasi turun 3,04%. Selanjutnya sektor saham energi terpangkas 1,21%, sektor saham consumer siklikal susut 0,02%, sektor saham kesehatan turun 0,39%. Lalu sektor saham keuangan susut 1,05%, sektor saham teknologi melemah 1,44%, sektor saham infrastruktur turun 1,07%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya