Davos dan Politik Global: Kehadiran Trump dan Absennya Sejumlah Elite

World Economic Forum (WEF) tahun ini diadakan di Davos, Swiss. Donald Trump dikabarkan hadir namun beberapa pemimpin negara dan Elite Global dikabarkan tidak hadir.

oleh Syifa SausanDiterbitkan 22 Januari 2026, 06:00 WIB
Bendera World Economic Forum (WEF). Dok: Situs resmi WEF

Liputan6.com, Jakarta - Presiden AS Donald Trump hadir secara langsung di WEF untuk pertama kalinya setelah ia menjabat di tahun 2020. Menurut WEF, kali ini ia datang sebagai delegasi AS “terbesar” bukan sebagai pemegang jabatan forum.

Selain Trump, beberapa pemimpin negara dan elite global lain hadir di forum yang akan diselenggarakan di Davos, Swiss tersebut, di antaranya adalah JP Morgan CEO Dimon, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Nvidia CEO Jensen Huang.

Panitia di Davos mengharapkan kehadiran 3.000 pemimpin lintas sektor ditambah 400 pemimpin politik, 850 bos perusahaan terkemuka, serta 100 pelopor teknologi. Namun, pemerintah yang sedang menghadapi konflik geopolitik dikabarkan tidak akan hadir.

Lewat juru bicara WEF, Denmark memutuskan untuk tidak hadir karena kondisi politiknya yang sedang memanas terkait pencaplokan Greenland oleh Amerika Serikat.

“Keputusan mengenai kehadiran adalah urusan pemerintah yang bersangkutan. Kami dapat mengkonfirmasi bahwa pemerintah Denmark tidak akan diwakili di Davos minggu ini,” kata juru bicara WEF dalam sebuah pernyataan.

Presiden Tiongkok Xi Jinping dikabarkan tidak ada dalam daftar hadir WEF kali ini, begitu pula dengan para pemimpin India dan Brasil. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan pemimpin Italia Giorgia Meloni tidak ada dalam daftar WEF, namun keduanya dilaporkan akan hadir.

Kekuatan Ekonomi Besar

World Economic Forum (WEF) bermarkas di Geneva Swiss.

Dalam konferensi pers pekan lalu, presiden WEF, Borge Brende mengharapkan enam negara anggota G7 dapat mengirimkan perwakilannya. Mengingat pada 2025 lalu, satu-satunya anggota G7 yang hadir ke dalam forum tersebut hanyalah Olaf Scholz, Kanselir Jerman saat itu.

Selain Presiden Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz dijadwalkan hadir secara langsung.

Dilansir dari CNBC, Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris dalam sebuah konferensi pers membahas tentang peningkatan tarif oleh Trump yang menargetkan beberapa negara Eropa termasuk Inggris jika Greenland tidak berhasil dijual ke AS. Ketika ditanya langsung oleh BBC apakah ia akan hadir untuk bertemu langsung dengan Trump, Stramer tidak menjawabnya secara langsung. Pernyataan tersebut membuat Downing Street belum mengkonfirmasi apakah Perdana Menteri Inggris hadir atau tidak, namun tetap diperkirakan akan hadir.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tidak disebutkan dalam daftar WEF, tetapi kemungkinan besar ia akan tetap berada di negaranya.

Didominasi oleh CEO

Pendiri perusahaan raksasa Microsoft, Bill Gates (AFP PHOTO/JOSHUA LOTT)

Tema WEF tahun ini adalah “Semangat Dialog” dengan topik yang berfokus pada lima bidang: lingkungan geopolitik, AI, iklim dan alam, sumber pertumbuhan ekonomi baru, dan “manusia dan kesiapan.”

Eric Kutcher, senior di McKinsey & Company mengatakan bahwa perhatian utama bukanlah pada topiknya namun pada siapa yang hadir di Davos. Dalam sebuah video ia berkata “Ini akan berfokus pada siapa yang ada di sana.” “Jauh lebih penting daripada apa yang Anda lihat dalam topik-topik yang dibahas,” kata Kutcher.

Pendiri WEF, Klaus Schwab dikabarkan tidak akan hadir di Davos. Schwab mengundurkan diri pada bulan April setelah penyelidikan atas dugaan pelanggaran. Ia kemudian dinyatakan tidak bersalah atas ” pelanggaran berat ”.

Ketua bersama sementara WEF tahun ini adalah CEO BlackRock Larry Fink dan wakil ketua Roche Andre Hoffman. Kutcher mengatakan “mereka berupaya keras untuk menanamkan kembali orientasi ekonomi WEF dan dengan demikian, membawa lebih banyak CEO.”

Bersama Huang dari Nvidia, Microsoft CEO Satya Nadella, CEO Anthropic Dario Amodei, dan CEO DeepMind Demis Hassabis dilaporkan termasuk dalam daftar peserta WEF. Sarah Friar, kepala keuangan OpenAI, juga dijadwalkan untuk berpartisipasi namun CEO perusahaan, Sam Altman dikabarkan tidak akan hadir.

Topik utama bagi pasar pada pertemuan ini meliputi langkah-langkah AS dalam pengambilalihan Greenland, gejola politik di Venezuela dan ancaman Trump untuk menggunakan kekuatan terhadap Iran. Selain itu terdapat pula pengumuman dari perusahaan AI yang harus diperhatikan oleh investor, pembaruan bank sentral dan berita tentang perusahaan yang melakukan diversifikasi dari AS.

Menurut Jan Aart Scholte, profesor Universitas Leiden di Belanda beberapa pemimpin yang hadir seperti seperti Javier Milei dari Argentina dan Prabowo Subianto dari Indonesia bukanlah tokoh sembarangan. 

Nama yang Tidak Hadir

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Ibu Negara Rosangela da Silva pada 16 Maret 2023. (Dok. AP/Jorge Saenz)

Dikabarkan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Brasil Lula da Silva dan Perdana Menteri India Narendra Modi tidak hadir. Namun Brende mengatakan bahwa tetap akan mengirimkan perwakilan. Lalu Brende mencatat bahwa kepala negara dari negara-negara ekonomi Asia lainnya, termasuk Indonesia dan Pakistan, akan hadir.

Meskipun Presiden China Xi Jinping diperkirakan tidak akan hadir, Brende mengatakan bahwa delegasi besar dari China akan hadir, termasuk Wakil Perdana Menteri bidang perdagangan dan keuangan He Lifeng, yang dijadwalkan akan berpidato di acara tersebut 

Dilansir dari CNBC, Rabu (21/1/2026), Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman tidak termasuk ke daftar peserta WEF. Namun, beberapa menteri negara itu seperti Menteri Keuangan Mohammed Al Jadaan memiliki jadwal untuk diwawancarai oleh CNBC.

Sementara Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memutuskan untuk tidak hadir ke dalam WEF tahun ini setelah terjadinya insiden tabrakan dua kereta yang menewaskan 39 orang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya