Laporan Liputan6.com dari London: Prabowo Berencana Bangun RS Pendidikan Standar Internasional di Tiap Kampus

Prabowo menyebut Indonesia saat ini menghadapi kekurangan tenaga medis yang signifikan, termasuk dokter dan dokter gigi.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 21 Januari 2026, 13:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto di Inggris, di Lancaster House, London (Biro Pers Setpres)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana membangun rumah sakit (RS) pendidikan berstandar internasional di setiap kampus. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional sekaligus mengurangi pengeluaran masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri.

"Menurut pendapat saya, jika kita melakukan itu, mungkin kita bisa menghemat USD 6 miliar setiap tahun, yang uangnya dapat disalurkan ke universitas dan rumah sakit ini," jelas Prabowo saat bertemu perwakilan universitas terbaik di Inggris Raya di Lancaster House, London, Selasa (20/1/2026).  Pertemuan itu turut dihadiri reporter Liputan6.com, Lizsa Egeham.

Dia menyampaikan Indonesia saat ini menghadapi kekurangan tenaga medis yang signifikan, termasuk dokter dan dokter gigi. Prabowo menjelaskan Indonesia, membutuhkan 140.000 dokter, namun jumlah lulusan setiap tahunnya masih sangat terbatas.

"Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis," tuturnya.

Prabowo Ingin Bangun 10 Universitas Baru Fokus pada Pendidikan Kedokteran

Presiden Prabowo Subianto (Lizsa Egeha/Liputan6.com)

Untuk itu, Prabowo ingin membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains dan teknologi. Dia pun mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.

Prabowo menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap dosen dan profesor asing, termasuk skema profesor tamu dari universitas mitra. Dia meyakini bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat timbal balik bagi pengembangan pendidikan dan kesehatan di Indonesia.

Prabowo optimistis bahwa seluruh persiapan dapat diselesaikan sehingga universitas-universitas baru tersebut akan mulai menerima mahasiswa pada tahun 2028 mendatang.

"Dan pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok pertama di Indonesia. Jadi rencananya adalah untuk membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini, dan kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia," pungkas Prabowo.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya