PM Inggris Apresiasi Kerja Sama Sektor Maritim dengan Indonesia yang Ciptakan Lapangan Kerja

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan kesepakatan kerja sama di sektor maritim dengan Indonesia sangat penting bagi Inggris.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 21 Januari 2026, 07:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Selasa, 20 Januari 2026. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengapresiasi kesepakatan kerja sama di sektor maritim dengan Indonesia pada November 2025. Kerja sama tersebut telah membuka lapangan pekerjaan.

Hal itu disampaikan Keir Stamer saat menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di 10 Downing Street, London, Selasa, 20 Januari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Starmer menggelar pertemuan bilateral untuk membahas peluang penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris.

Starmer menyampaikan apresiasi atas kemajuan hubungan bilateral kedua negara. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kesepakatan kerja sama di bidang maritim yang telah disepakati pada November lalu.

"Terima kasih atas kesepakatan maritim yang kami tandatangani, meskipun dilakukan secara virtual, pada KTT G20 lalu. Kesepakatan tersebut sangat penting bagi Inggris karena telah membuka banyak lapangan pekerjaan,” kata Starmer, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (21/1/2026).

Adapun kerja sama maritim yang dimaksud adalah Maritime Partnership Programme (MPP), di mana kedua negara berkomitmen untuk mengembangkan kemampuan maritim Indonesia seperti peningkatan kapasitas angkatan laut dan pengadaan lebih dari 1.000 armada perikanan guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain itu, program senilai 4 miliar Pound Sterling yang dipimpin oleh perusahaan pertahanan Inggris Babcock itu dinilai bisa menambah 1.000 lapangan kerja baru di Inggris. Sementara bagi Indonesia, kemitraan ini diharapkan mampu membuka peluang investasi baru di industri galangan kapal, membantu revitalisasi komunitas nelayan, serta memperkuat pertahanan dan keamanan maritim nasional.

Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden Prabowo menyambut positif kerja sama maritim Indonesia–Inggris dan menilai kemitraan tersebut sebagai elemen penting dalam pengembangan ekonomi maritim Indonesia.

"Kami sangat puas dengan pelaksanaan kemitraan maritim ini. Saya rasa, ini akan menjadi bagian penting bagi perkembangan ekonomi maritim kami,” ujar Prabowo.

Prabowo-PM Inggris Bertemu 4 Mata di 10 Downing Street, Ini yang Dibahas

Presiden Prabowo Subianto menemui Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer di 10 Downing Street, London, Selasa (20/1/2026).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Kantor PM Inggris, 10 Downing Street, Selasa (20/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama Indonesia–Inggris, khususnya di bidang maritim dan pendidikan.

Prabowo menyambut baik kelanjutan kemitraan maritim antara Indonesia dan Inggris. Menurutnya, kerja sama tersebut memiliki nilai strategis bagi pengembangan ekonomi maritim kedua negara.

“Kami sangat senang untuk melanjutkan kemitraan maritim ini. Saya pikir ini akan menjadi bagian penting dari pengembangan ekonomi maritim kita. Dan saya sangat senang dengan diskusi bersama tim Anda,” kata Prabowo saat pertemuan empat mata dengan PM Starmer.

Selain maritim, Prabowo juga menyampaikan rencana penjajakan kerja sama di sektor pendidikan. Ia menyebut akan melakukan pertemuan dengan para pemimpin bisnis Inggris serta pimpinan Russell Group, jaringan 24 universitas terkemuka di Inggris Raya.

“Hari ini saya akan mengadakan diskusi lain dengan para pemimpin bisnis. Juga dengan para pemimpin dari kelompok universitas Russell Group,” ujarnya.

Kunjungan yang Produktif

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy dan para pengusaha di Lancaster House, Selasa (20/1/2026). (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pemerintah Inggris dan menyatakan optimisme terhadap hasil kunjungan kerjanya ke London.

“Ya, saya pikir ini kunjungan yang sangat produktif dan saya sangat menghargai hubungan kami dengan Perdana Menteri,” tutur Prabowo.

Dalam kunjungan tersebut, Indonesia juga dijadwalkan menandatangani kerja sama maritim dengan pemerintah Inggris, antara lain terkait proyek pembangunan kapal tangkap ikan untuk nelayan.

Di bidang pendidikan, penjajakan difokuskan pada peluang kolaborasi dengan universitas-universitas anggota Russell Group, termasuk potensi pembukaan kampus di Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya