Jelang Diresmikan, Presiden KSPSI Andi Gani Tinjau Museum Marsinah

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea dan Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Pasma Royce meninjau langsung progres pembangunan Museum Pahlawan Nasional Ibu Marsinah.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 13 April 2026, 18:00 WIB
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea bersama Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Pasma Royce meninjau langsung progres pembangunan Museum Pahlawan Nasional Ibu Marsinah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu 11 April 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Andi Gani mengatakan, pembangunan museum telah hampir rampung.

"Progres pembangunan sudah mendekati 100 persen dan ditargetkan selesai dalam dua minggu ke depan," kata Andi Gani dikutip Senin (13/4/2026).

Selain meninjau lokasi, Andi Gani juga menyempatkan diri bertemu dengan masyarakat Desa Nglundo. Ia mengungkapkan, warga terlihat antusias menyambut rencana kedatangan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan akan meresmikan Museum Pahlawan Nasional Ibu Marsinah beserta patungnya.

"Peresmian museum direncanakan berlangsung pada 2 Mei 2026, sehari setelah Presiden menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Silang Monas, Jakarta, pada 1 Mei 2026," ucap dia.

Andi Gani juga memastikan kehadiran Presiden Prabowo dalam peresmian tersebut.

"Saya sudah bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto, dan beliau menyampaikan akan hadir untuk meresmikan museum ini," ucap dia.

 

Bentuk Penghormatan

Museum Pahlawan Nasional Ibu Marsinah dibangun sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan Marsinah sebagai simbol perlawanan buruh dan penegakan hak-hak pekerja di Indonesia.

Untuk diketahui, Marsinah resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada Senin (10/11/2025). Ia merupakan anggota KSPSI di PT Catur Putra Surya dan dikenal gigih memperjuangkan hak-hak buruh perusahaan tersebut yang saat itu diperlakukan tidak adil.

Marsinah meninggal pada 8 Mei 1993, setelah sebelumnya menghilang pada 5 Mei 1993, akibat penganiayaan berat. Marsinah ditemukan tewas di daerah hutan Wilangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya