Akal-akalan Bupati Sudewo di Balik Dugaan Korupsi Lelang Jabatan Perangkat Desa

Bupati Sudewo dan delapan orang lainnya yang dibawa ke Jakarta masih diperiksa intensif KPK.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 20 Januari 2026, 15:30 WIB
Bupati Pati, Sudewo (ketiga kiri) dikawal petugas setibanya di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (20/1/2026). Usai tertangkap tangan, Bupati Pati Sudewo digelandang ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Sudewo dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (20/1/2026). Bupati Pati itu diduga mematok harga untuk jabatan perangkat desa di Pati, Jawa Tengah.

"Jadi, setiap jabatan itu ada nilainya juga," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

KPK akan mengungkapkan detail harga tersebut dalam konferensi pers pengumuman tersangka pasca-operasi tangkap tangan (OTT) yang turut menangkap Bupati Pati Sudewo.

"Nanti secara lengkap akan kami sampaikan. Pengisian jabatan ada di wilayah mana saja? Untuk berapa desa? Untuk berapa jabatan? Nanti kami akan sampaikan secara lengkap dalam konferensi pers,” katanya.

Saat ini, Sudewo bersama tujuh orang yang ditangkap masih diperiksa di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh lembaga antirasuah. Demikian dikutip dari Antara.

 

KPK Tangkap 2 Kepala Daerah Dalam Satu Hari

Sebelumnya, KPK mulai melakukan OTT pertama di 2026 dengan menangkap delapan orang selama 9-10 Januari 2026.

Pada 11 Januari 2026, KPK mengungkapkan OTT tersebut mengenai dugaan suap terkait pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026.

Untuk OTT kedua di 2026, KPK pada 19 Januari 2026 mengonfirmasi melakukan tangkap tangan terhadap Wali Kota Madiun Maidi bersama 14 orang lainnya.

OTT tersebut terkait dugaan korupsi mengenai proyek dan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) di Kota Madiun, Jawa Timur.

Pada tanggal yang sama, KPK mengonfirmasi melakukan OTT ketiga 2026 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan menangkap Bupati Pati Sudewo. OTT tersebut terkait dugaan korupsi pengisian jabatan perangkat desa di Pati.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya