Sejarah Transfer Barcelona: 10 Pemain Termahal yang Pernah Dibeli di Januari

Daftar 10 transfer termahal Barcelona di bulan Januari sepanjang sejarah. Dari keberhasilan Ferran Torres hingga kesalahan Philippe Coutinho.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 20 Januari 2026, 11:46 WIB
Philippe Coutinho. Sayap kiri asal Brasil berusia 30 tahun ini didatangkan Barcelona dari Liverpool pada pertengahan musim 2017/2018 dengan nilai transfer mencapai 135 juta euro atau setara Rp2,1 triliun. Liverpool sendiri mendatangkan Philippe Coutinho dari Inter Milan pada pertengahan musim 2012/2013 dengan nilai transfer 13 juta euro. Pada musim 2022/2023 Philippe Coutinho resmi menjadi milik Aston Villa dengan nilai transfer 20 juta euro setelah sempat berstatus pinjaman sejak pertengahan musim 2021/2022. (AFP/Josep Lago)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa transfer Januari selalu menjadi periode sulit bagi klub besar untuk merekrut pemain bintang. Barcelona pun kerap memilih jalur berbeda saat jendela musim dingin dibuka.

Klub asal Catalunya itu lebih sering menyasar pasar Amerika Selatan dengan skema berisiko rendah. Harapannya sederhana, mendapatkan keuntungan cepat atau mengembangkan pemain menjadi bintang Eropa.

Dengan nama besar dan prestise, Barcelona sebenarnya bisa merekrut siapa pun. Namun satu belanja besar di bulan Januari justru berakhir sebagai bisnis paling buruk dalam sejarah klub.

Daftar rekrutan musim dingin mereka tidak selalu berisi nama papan atas. Banyak transfer justru menjadi pelajaran mahal bagi manajemen.

Berikut 10 pembelian Januari termahal Barcelona sepanjang sejarah, dari peringkat sepuluh hingga yang terburuk.


10. Maxi Lopez – 6,5 juta euro dari River Plate

Pemain Torino Maxi Lopez (kiri) berebut bola dengan pemain Inter Milan Juan Jesus pada lanjutan Liga Italia Serie A di Stadion Olympic, Turin, MInggu (8/11/2015) WIB. Inter menang 1-0. (AFP Photo/Marco Bertorello)

Maxi Lopez datang ke Eropa sebagai pemain muda berusia 20 tahun dengan tekanan besar. Barcelona merekrutnya setelah Henrik Larsson mengalami cedera serius.

Penyerang Argentina itu tidak terlalu produktif di River Plate sebelum pindah ke Spanyol. Namun ia sempat mencuri perhatian saat mencetak gol ke gawang Chelsea di Liga Champions.

Kariernya segera meredup dalam waktu singkat. Dalam 18 bulan, ia dipinjamkan ke Mallorca lalu dijual ke Lokomotiv Moskow hanya seharga 2 juta euro.


9. Matheus Fernandes – 7 juta euro dari Palmeiras

Matheus Fernandes (AFP)

Transfer Matheus Fernandes mengejutkan banyak jurnalis Brasil. Mereka menilai sang gelandang belum berada di level Barcelona.

Ia hampir tidak bermain selama masa peminjaman di Real Valladolid. Di tim utama Barcelona, ia hanya tampil selama 17 menit sebelum dilepas.

Kasus ini berakhir di pengadilan karena pemutusan kontrak sepihak. Barcelona akhirnya harus membayar kompensasi tambahan sebesar 8,5 juta euro.


8. Ronald de Boer – 7,5 juta euro dari Ajax

Frank de Boer (kanan) bersama kembarannya, Ronald de Boer saat masih membela Ajax Amsterdam. (AFP)

Ronald de Boer datang bersamaan dengan saudara kembarnya pada Januari 1999. Keduanya direkrut langsung oleh Louis van Gaal dari Ajax.

Namun Ronald gagal tampil sesuai harapan di La Liga. Ia hanya mencetak satu gol dari 33 penampilan bersama Barcelona.

Pada musim panas 2000, ia memilih hengkang ke Rangers. Perpisahan itu menandai akhir singkat petualangannya di Camp Nou.


7. Frank de Boer – 7,5 juta euro dari Ajax

Bek Barcelona, Frank de Boer (tengah) berusaha merebut bola dari penguasaan striker AS Roma, Vincenzo Montella pada laga Liga Champions 2001/2002 di Olympic Stadium, Roma (26/2/2002). Hingga pensiun pada Juli 2005, Frank de Boer total bermain dalam 81 laga di Liga Champions bersama Ajax, Barcelona dan Galatasaray dengan torehan 7 gol dan 5 assist. Satu trofi berhasil diraihnya bersama Ajax Amsterdam pada musim 1994/1995. (AFP/Gabriel Bouys)

Frank de Boer memutuskan bertahan di Barcelona meski Van Gaal dipecat. Ia menjadi sosok penting di lini belakang selama tiga setengah musim.

Lanjut Baca:

Performa stabilnya membuat ia dipercaya tampil reguler. Namun Barcelona gagal mengulang kejayaan La Liga musim 1998–99. Ia sempat terseret kasus doping nandrolone tetapi dinyatakan bersih. Total 144 penampilan La Liga ia catat sebelum berkelana ke Turki, Skotlandia, dan Qatar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya