Harga Minyak Hari Ini 20 Januari 2025 Melonjak, Ini Pemicunya

Simak rangkuman harga minyak dunia hari ini 20 Januari 2026.

oleh Septian DenyDiterbitkan 20 Januari 2026, 07:30 WIB
Ilustrasi Harga Minyak Dunia. Foto: AFP

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak naik sedikit pada hari Senin (Selasa waktu Jakarta), setelah kenaikan pada sesi sebelumnya, karena tindakan keras Iran yang mematikan terhadap protes meredam keresahan sipil. Hal ini mempersempit peluang serangan AS terhadap produsen utama Timur Tengah yang dapat mengganggu pasokan.

Dikutip dari CNBC, Selasa (20/1/2026), harga minyak mentah Brent diperdagangkan pada level USD 64,19 per barel, naik 6 sen atau 0,09%. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk Februari naik 9 sen, atau 0,15%, menjadi USD 59,53 per barel.

Tindakan keras Iran yang penuh keamkerasan terhadap protes yang dipicu oleh kesulitan ekonomi, yang menurut para pejabat menewaskan 5.000 orang, meredam keresahan tersebut.

Presiden AS Donald Trump tampaknya menarik kembali ancaman intervensi sebelumnya, dengan mengatakan di media sosial bahwa Iran telah membatalkan hukuman gantung massal terhadap para demonstran, meskipun negara tersebut belum mengumumkan rencana semacam itu.

Hal itu tampaknya menurunkan kemungkinan intervensi AS yang dapat mengganggu aliran minyak dari produsen terbesar keempat di antara Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Penurunan tersebut menandai kemunduran baru dari level tertinggi multi-bulan yang dicapai pekan lalu, meskipun harga minyak masih ditutup lebih tinggi pada hari Jumat. Namun, pergerakan militer AS ke Teluk menggarisbawahi kekhawatiran yang berkelanjutan.

“Penurunan harga tersebut terjadi setelah pelepasan cepat premium Iran yang telah mendorong harga melonjak ke level tertinggi dalam 12 minggu, dipicu oleh tanda-tanda pelonggaran tindakan keras Iran terhadap para pengunjuk rasa,” kata Analis Pasar IG, Tony Sycamore..

 

Stok Minyak Mentah

Ilustrasi harga minyak dunia (dok: Foto AI)

Hal itu diperkuat oleh data persediaan AS yang menunjukkan peningkatan signifikan pada minyak mentah dan memperkuat tekanan pasokan yang bearish, tambahnya. Pasar saham AS tutup pada hari Senin untuk memperingati Hari Martin Luther King Jr.

Menurut EIA pekan lalu, stok minyak mentah naik sebesar 3,4 juta barel pada pekan yang berakhir 9 Januari, dibandingkan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan sebesar 1,7 juta barel.

Pasar mengamati dengan saksama rencana terkait ladang minyak Venezuela, setelah Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengelola industri minyaknya setelah Nicolas Maduro digulingkan.

 

Gerak Cepat AS

Harga Minyak Dunia. Foto: Freepik/Artphoto_studio

Amerika Serikat bergerak secepat mungkin untuk memberikan izin Chevron. Lisensi produksi yang diperluas di negara tersebut, kata menteri energi AS kepada Reuters pada hari Jumat. Namun, pasar kurang yakin tentang prospek peningkatan produksi di Venezuela.

“Venezuela dan Ukraina tetap berada di urutan belakang,” kata Vandana Hari, pendiri penyedia analisis pasar minyak Vanda Insights. “Perkirakan pergerakan harga akan berada dalam kisaran terbatas untuk sisa hari ini, karena pasar AS tutup," ungkap dia.

Data pemerintah yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa kapasitas pengolahan kilang minyak China pada tahun 2025 meningkat 4,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara produksi minyak mentah tumbuh 1,5% dari tahun 2024. Keduanya mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya