Perjalanan Kereta Selama Imlek di China Diproyeksikan Tembus 539 Juta Tiket

Bagaimana antisipasi pemerintah China terhadap lonjakan pengguna transportasi umum di hari raya Imlek?

oleh Tim GlobalDiterbitkan 20 Januari 2026, 21:30 WIB
Seorang pemudik duduk di atas kopernya di luar pintu masuk Stasiun Kereta Api Beijing di Beijing, China, Sabtu (14/1/2023). Jutaan warga China diperkirakan akan melakukan perjalanan selama periode liburan Tahun Baru Imlek tahun ini. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Liputan6.com, Beijing - Tiket kereta untuk hari pertama arus mudik Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek 2026 mulai dijual pada Senin (19/1/2026).

Menurut operator perkeretaapian China, China State Railway Group Co., Ltd., periode puncak arus mudik Festival Musim Semi, atau yang dikenal sebagai chunyun, tahun ini akan berlangsung dari 2 Februari hingga 13 Maret 2026.

Jaringan perkeretaapian nasional China diperkirakan akan melayani 539 juta perjalanan penumpang dalam periode selama 40 hari tersebut pada tahun ini, mewakili peningkatan 5 persen dari chunyun 2025, kata pihak perusahaan, dikutip dari laman Antara News, Selasa (20/1/2026).

Setiap tahun selama musim liburan Festival Musim Semi, jutaan orang yang bekerja, belajar, atau tinggal jauh dari kampung halaman akan mudik untuk berkumpul dengan keluarga dalam rangka merayakan Festival Musim Semi, perayaan tradisional paling penting di China, yang menciptakan migrasi manusia tahunan terbesar di dunia.

Festival Musim Semi tahun ini akan jatuh pada 17 Februari. Untuk mengantisipasi dengan lebih baik lonjakan permintaan perjalanan, operator perkeretaapian China meluncurkan berbagai peningkatan layanan, termasuk kebijakan pengembalian dana gratis untuk kasus salah membeli tiket, perluasan layanan "gerbong tenang", dan diskon tiket bagi pelajar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya