27 Desa Terdampak Erupsi Ili Lewotolok, Air Bersih Tercemar dan Stok Masker Terbatas

27 desa ini tersebar di kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur hingga ke wilayah Kedang.

oleh Ola KedaDiterbitkan 19 Januari 2026, 16:47 WIB
Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalami erupsi. Saat ini gunung Ili Lewotolok naik status dari level II (Waspada) ke Level III (Siaga), mulai Minggu (18/1/2026), pukul 11.00 WITA.

Kenaikan level ini juga dipicu oleh letusan sebanyak 2.713 kali sejak tanggal 1-15 Januari 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, Andris Korban mengatakan terdapat 27 Desa terdampak abu vulkanik letusan gunung Ili Lewotolok.

27 Desa yang terdampak itu meliputi Desa Jontona, Desa Lamaau, Desa Baolaliduli, Desa Aulesa, Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, Desa Kalikur WL, Desa Umaleu, Desa Buriwutung, Desa Mampir, Desa Leuwohung, Desa Bareng, sama Desa Kalikur, Desa Normal, Desa Normal 1, Desa Leudanung, Desa Leuwayan, Desa Roma, Desa Hoelea 1, Desa Hoelea 2, Desa Hingalamamengi, Desa Meluwitung, Desa Balauring, Desa Wailolong, Desa Lebewala, Desa Wowong dan Desa Nilanapo.

"Awalnya hanya 7 desa, tapi sekarang sudah 27 desa," kata Andris, Senin (19/1/2026).

Dia mengatakan, 27 desa ini tersebar di kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur hingga ke wilayah Kedang.

"Baru kali ini abu vulkanik sampai ke wilayah Kedang, sebelumnya hanya di kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur," jelasnya.

Akibat abu vulkanik, aktivitas belajar mengajar di sekolah juga terganggu. Meski demikian, pemerintah belum meliburkan para siswa, karena belum ada peningkatan erupsi.

Air Bersih Tercemar

Andris mengatakan, akibat letusan Gunung Ile Lewotolok, air bersih yang ditampung warga pada 27 desa itu turut tercemar.

Kini, BPBD Lembata sedang berkoordinasi untuk distribusi air minum bersih ke desa-desa terdampak abu letusan gunung Ile Lewotolok.

"Kondisi hujan abu, sementara air diisi dalam penampungan, sehingga ikut tercemar," katanya.

Ia mengaku pihaknya tak memiliki anggaran untuk pengadaan air bersih bagi warga terdampak abu vulkanik. Karena itu, pihak BPBD tengah berkoordinasi dengan pihak swasta.

"Kami sudah melakukan identifikasi dan berkoordinasi dengan pihak swasta untuk suport air bersih," katanya.

Kekurangan Masker

Dia mengatakan tak hanya air bersih yang tercemar, tanaman pertanian milik warga juga ikut terdampak akibat semburan abu vulkanik gunung Ili Lewotolok.

"Tak hanya air bersih, sayuran petani juga tidak bisa dikonsumsi karena penuh dengan abu vulkanik," tandasnya.

Ia mengaku stok masker di BPBD sangat terbatas untuk mengatasi situasi saat ini.

Saat ini, BPBD Lembata sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi NTT untuk mengatasi kekurangan Masker.

"Masker terbatas itu pun untuk darurat dan hanya sedikit. Stok yang ada kita sudah bagi ke warga. Sekarang warga kebanyakan bertahan dengan kain," tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya