Liputan6.com, Demak - Sailun Group resmi menapakkan langkahnya di pasar otomotif Indonesia dengan fokus menghadirkan produk ban radial sebagai andalan. Menariknya, produsen ban asal China ini memilih untuk tidak memproduksi ban bias, meski segmen tersebut masih memiliki pasar tersendiri di Tanah Air.
General Manager PT Sailun Manufacturing Indonesia, Wang Dian Ying, menegaskan bahwa keputusan ini bukan semata-mata mengabaikan kondisi pasar saat ini, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Advertisement
“Keputusan ini bukan karena kami mengabaikan kondisi pasar saat ini, melainkan didorong oleh komitmen jangka panjang terhadap kepentingan pengguna Indonesia serta keyakinan kami terhadap arah perkembangan pasar ke depan,” ujar Wang saat ditemui di Semarang, Jawa Tengah.
Menurut Wang, setidaknya terdapat tiga pertimbangan utama yang melandasi Sailun hanya menghadirkan ban radial di Indonesia. Pertama adalah arah perkembangan teknologi yang dinilai tak terelakkan.
“Ban radial telah terbukti secara global unggul dalam hal keselamatan, efisiensi bahan bakar, dan daya tahan dibandingkan ban bias. Dengan langsung membangun lini produksi tercanggih di Indonesia, kami ingin memimpin dan mempercepat proses peningkatan teknologi ini,” jelasnya.
Pertimbangan kedua berkaitan dengan nilai jangka panjang yang ditawarkan ban radial. Meski harga awal dinilai sedikit lebih tinggi, Sailun menilai ban radial mampu memberikan keuntungan ekonomis dalam jangka panjang.
“Memang, investasi awal ban radial sedikit lebih tinggi, namun kami fokus pada penurunan total cost of ownership. Melalui data dan studi kasus nyata, kami membantu pengemudi dan pemilik armada melihat manfaat ekonomis jangka panjang dari penghematan bahan bakar dan usia pakai yang lebih panjang,” kata Wang.
Adapun alasan ketiga adalah bentuk komitmen investasi dan lokalisasi di Indonesia. Sailun menegaskan tidak ingin membangun fasilitas manufaktur yang bergantung pada teknologi lama.
“Kami tidak membangun pabrik yang beradaptasi pada teknologi usang, melainkan fasilitas modern yang siap memenuhi kebutuhan 10 tahun ke depan atau lebih,” ujarnya.
Optimistis Pasar Berkembang
Lebih lanjut, Wang menambahkan bahwa Sailun membawa teknologi terbaik langsung ke Indonesia karena optimistis terhadap potensi pertumbuhan pasar otomotif nasional.
“Kami percaya pada potensi pasar ini dan ingin tumbuh bersama. Singkatnya, kami berinvestasi hari ini dengan teknologi terdepan agar pengguna Indonesia dapat menangkap peluang pertumbuhan di masa depan,” tutupnya.
Sekadar informasi, Sailun Group yang berdiri pada 2002 merupakan salah satu produsen ban terbesar dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Berdasarkan laporan Tire Press 2024, Sailun menempati peringkat ke-10 sebagai produsen ban terbesar secara global dan menjadi merek ban paling bernilai ke-11 di dunia versi Brand Finance 2023.
Saat ini, Sailun telah hadir di lebih dari 180 negara dengan dukungan 9 pabrik manufaktur serta 4 pusat riset dan pengembangan yang tersebar di Asia, Eropa, dan Amerika Utara.
Untuk pasar Indonesia, Sailun Group menghadirkan empat merek ban unggulan yang menyasar segmen kendaraan penumpang hingga kendaraan komersial, yakni Sailun, RoadX, Blackhawk, dan Maxam.