PGEO Tambah Kapasitas Terpasang hingga Perkuat Ekosistem Green Hydrogen

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) akan terus menggenjot pemanfaatan panas bumi.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 Januari 2026, 23:30 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (PGEO) mempercepat pengembangan dan pemanfaatan energi panas bumi sepanjang 2025.

Melalui berbagai inisiatif strategis, PGE tidak hanya mendorong transisi energi nasional, tetapi juga memperluas perannya dalam ekosistem energi bersih global. Sepanjang tahun, Perseroan mencatat beragam capaian penting, mulai dari pengakuan atas praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) berstandar internasional, peningkatan kapasitas terpasang, hingga penguatan kolaborasi dengan mitra nasional dan global.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Edwil Suzandi menuturkan, pencapaian sepanjang 2025 menjadi pijakan penting bagi langkah PGE ke depan.

“Pencapaian sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi PGE untuk mempercepat pengembangan panas bumi. Kami berkomitmen memperluas kapasitas, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan nilai lebih bagi Indonesia dalam perjalanan menuju transisi energi,” ujar Edwi dikutip dari keterangan resmi, Minggu, (18/1/2026).

Fondasi ini menjadi pijakan strategis bagi PGE untuk melangkah ke fase pengembangan berikutnya secara lebih terintegrasi, baik melalui percepatan proyek-proyek prioritas maupun optimalisasi potensi panas bumi nasional.

“Ke depan, PGE akan terus mendorong pemanfaatan panas bumi yang andal, berkelanjutan, dan bernilai tambah guna mendukung ketahanan energi serta agenda transisi energi nasional,” kata dia.

Sejalan dengan target pengembangan kapasitas 1 gigawatt (GW), PGE menorehkan kemajuan signifikan di sisi operasional. Pada akhir Juni, PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) resmi beroperasi, sehingga meningkatkan kapasitas terpasang PGE dari sebelumnya 672 MW menjadi 727 MW.

"Capaian ini memperkuat posisi PGE sebagai pengembang panas bumi terbesar di Indonesia sekaligus menjadi pijakan penting menuju target jangka panjang Perseroan," ujar dia.

 

 

Perluas Kontribusi

Empat proyek strategis PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) masuk dalam Blue Book 2025-2029 oleh Kementerian PPN/Bappenas. (Foto: Pertamina Geothermal Energy)

PGE terus memperluas kontribusinya terhadap agenda swasembada energi nasional melalui penguatan sinergi dan pengembangan proyek strategis

. Pada Agustus, PGE menandatangani Heads of Agreement (HoA) bersama PLN Indonesia Power yang difasilitasi Danantara Indonesia untuk pengembangan 19 proyek panas bumi dengan total kapasitas mencapai 530 MW. Sejalan dengan itu, empat proyek PGE juga terpilih untuk masuk dalam Blue Book Bappenas 2025-2029, yang membuka peluang dukungan pembiayaan internasional hingga USD  613 juta.

Guna memperluas manfaat panas bumi di luar sektor kelistrikan, PGE meluncurkan Pilot Project Green Hydrogen di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Agustus lalu. Inisiatif ini menjadi langkah awal PGE dalam membangun ekosistem green hydrogen secara terintegrasi, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemanfaatan, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju industri rendah karbon.

 

Pengembangan Green Data Center

PLTP Area Kamojang PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). (Foto: Pertamina Geothermal Energy)

Selain pengembangan green hydrogen, PGE juga mulai merintis pengembangan green data center berbasis energi panas bumi.

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Framework Agreement bersama Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) serta Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi pengembangan infrastruktur digital berbasis energi panas bumi yang lebih berkelanjutan.

Sejalan dengan visi jangka panjang sebagai world class green energy company, PGE kini tengah menggarap berbagai proyek strategis dengan target commercial operation date (COD) bertahap hingga 2029, yang meliputi PLTP Hululais Unit 1 dan 2, PLTP Lumut Balai Unit 3, PLTP Lahendong Unit 7, Unit 8, dan Bottoming Unit 2, serta eksplorasi PLTP Gunung Tiga. Seluruh portofolio proyek ini mendukung target kapasitas 1 GW dalam 2–3 tahun dan 1,8 GW pada 2033, sekaligus memperkuat peran PGE dalam mendukung swasembada energi nasional dan target Net Zero Emission 2060.

Komitmen keberlanjutan PGE tercermin dari berbagai pengakuan yang diraih. PGE dinobatkan sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar 2025 ESG Top-Rated Company versi Sustainalytics dengan skor 7,1, yang menempatkan Perseroan dalam kategori Negligible Risk. Konsistensi tersebut juga terjaga di area operasional melalui raihan PROPER Emas untuk ke-14 kalinya secara berturut-turut di Area Kamojang, serta untuk ketiga kalinya di Area Ulubelu.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya