Uni Eropa Akan Larang Peralatan Buatan China di Infrastruktur Vital, Ini Alasannya

Jika larangan ini berlaku, peralatan buatan China apa saja yang akan masuk daftar?

oleh Tim GlobalDiterbitkan 18 Januari 2026, 16:45 WIB
Ilustrasi bendera Uni Eropa di kantor pusatnya di Brussels (AP Photo)

Liputan6.com, Brussels - Uni Eropa bersiap untuk secara bertahap menghapus penggunaan peralatan buatan China di sejumlah infrastruktur penting, demikian laporan Financial Times pada Sabtu (17/1/2026).

Jika rencana ini berlaku, maka penggunaan peralatan buatan perusahaan China, termasuk Huawei dan ZTE, dalam jaringan telekomunikasi Uni Eropa, energi surya, dan perangkat pengujian sistem keamanan akan dilarang, dikutip dari laman Antara News, Minggu (18/1).

Berdasarkan proposal atau usulan yang diperkirakan akan diajukan Uni Eropa pada 20 Januari 2026, ketentuan yang saat ini bersifat sukarela terkait penolakan penggunaan peralatan perusahaan China dapat menjadi wajib bagi semua negara anggota Uni Eropa, lapor Financial Times.

Laporan itu menambahkan bahwa tenggat waktu spesifik akan bergantung pada risiko yang diduga ditimbulkan oleh perusahaan tertentu, sebagaimana dinilai oleh Uni Eropa.

Sementara itu, perwakilan dari industri yang terdampak larangan menyatakan kepada surat kabar bahwa sejauh ini belum ada alternatif yang dapat diandalkan untuk produk asal China.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Uni Eropa untuk mengurangi ketergantungannya pada pemasok luar negeri, termasuk China dan Amerika Serikat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya