Kisah BRILink Agen Warung Concept Jepara, Dari Layanan Transaksi hingga Ciptakan Lapangan Kerja

Cerita BRILink Agen Warung Concept menjadi gambaran nyata bagaimana kolaborasi antara BRI dan masyarakat mampu mendorong inklusi keuangan, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta menciptakan kemandirian desa secara berkelanjutan.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 17 Januari 2026, 10:00 WIB
BRILink Agen Warung Concept Jepara. (c) Istimewa

Liputan6.com, Jakarta - Upaya memperluas inklusi keuangan hingga ke wilayah pedesaan terus dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui jaringan BRILink Agen. Salah satu agen yang konsisten menjalankan peran tersebut adalah BRILink Agen Warung Concept di Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang telah beroperasi sejak 2013.

Di bawah pembinaan BRI Unit Srobyong, BRILink Agen yang dikelola oleh Rochim ini hadir sebagai perpanjangan tangan layanan perbankan bagi masyarakat desa yang memiliki keterbatasan akses ke ATM dan kantor bank. Seiring waktu, keberadaannya berkembang menjadi bagian penting dari denyut ekonomi lokal sekaligus menopang keberlangsungan usaha dan masa depan keluarga pengelola.

Perjalanan Awal dan Tantangan Transaksi Digital

BRILink Agen Warung Concept Jepara. (c) Istimewa

Owie, sapaan akrab Rochim, menjelaskan bahwa keinginannya mengelola BRILink Agen berangkat dari kebutuhan masyarakat desa akan layanan transaksi keuangan yang mudah, cepat, dan terpercaya. Namun, di awal perjalanan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap transaksi digital.

“Saat itu, banyak masyarakat yang masih ragu terhadap transaksi online, sehingga kami mulai mengenalkan layanan ini secara langsung, kami bagikan brosur, kalender, dan souvenir kecil agar mereka tertarik, dan kami di sana sembari melakukan edukasi. Alhamdulillah, seiring waktu dan pengalaman bertransaksi, kepercayaan masyarakat pun tumbuh,” ujar Owie.

Melalui edukasi langsung dan pendekatan personal, BRILink Agen Warung Concept perlahan mendapat tempat di hati masyarakat. Kepercayaan yang terbangun menjadi fondasi penting bagi berkembangnya layanan ini hingga sekarang.

BRILink Agen sebagai Penggerak Ekonomi Lokal

Kini, BRILink Agen Warung Concept melayani berbagai kebutuhan transaksi masyarakat, mulai dari tarik tunai, transfer dana, hingga pembayaran rutin seperti listrik, PDAM, dan cicilan lainnya. Agen ini beroperasi setiap hari dengan jam layanan panjang, dari pukul 07.00 sampai 22.00 WIB, sehingga memudahkan warga dalam menyesuaikan waktu bertransaksi.

Sebagian besar pengguna layanan berasal dari keluarga yang memiliki anggota bekerja di luar daerah. Selain itu, warga sekitar juga memanfaatkan agen ini sebagai solusi pembayaran bulanan tanpa harus pergi ke pusat kota.

Owie menuturkan bahwa dampak keberadaan BRILink Agen tidak hanya dirasakan dari sisi layanan keuangan, tetapi juga secara ekonomi. Selama 12 tahun berjalan, usaha ini mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi, serta mendukung pembelian aset produktif.

Usaha yang awalnya berfokus pada percetakan pun terus berkembang. Saat ini, Warung Concept telah memiliki dua outlet dan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar dengan bertambahnya jumlah tenaga kerja.

“Dampak paling besar yang kami rasakan adalah kepercayaan masyarakat. Dari situ usaha kami tumbuh, lapangan kerja tercipta. Alhamdulillah, BRILink Agen juga bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup hingga memberikan pendidikan anak ke jenjang perguruan tinggi,” ucapnya.

Cerita BRILink Agen Warung Concept menjadi gambaran nyata bagaimana kolaborasi antara BRI dan masyarakat mampu mendorong inklusi keuangan, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta menciptakan kemandirian desa secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan apresiasinya kepada para mitra BRILink Agen yang telah berperan lebih dari sekadar penyedia layanan perbankan. Ia menegaskan komitmen BRI untuk terus menghadirkan layanan keuangan yang dekat, relevan, dan berkesinambungan bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.

“BRILink Agen telah menjadi mitra strategis yang tumbuh bersama masyarakat. Ketika agen mampu membangun kepercayaan, mengelola usaha secara konsisten, dan menopang kehidupan keluarganya, di situlah program inklusi keuangan memberikan makna yang sesungguhnya,” ujar Akhmad.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya