TNI Rampungkan Dua Jembatan Darurat di Aceh, Akses Wilayah Pascabanjir Mulai Pulih

TNI menyelesaikan dua jembatan darurat di Aceh untuk memulihkan akses wilayah pascabanjir bandang dan longsor.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 Januari 2026, 21:05 WIB
Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda merampungkan pembangunan dua jembatan darurat (Bailey) di Aceh per Jumat (16/1/2026). (Dok TNI)

Liputan6.com, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda kembali merampungkan pembangunan dua jembatan darurat (Bailey) di wilayah Aceh. Hingga Jumat (16/1), dua jembatan tersebut telah selesai dibangun dan siap digunakan untuk memulihkan konektivitas wilayah yang sempat terputus akibat banjir bandang dan longsor pada November lalu.

Jembatan pertama yang telah rampung adalah Jembatan Bener Kelipah di ruas jalan Aceh Utara–Bener Meriah–Takengon, Kabupaten Bener Meriah. Berdasarkan pantauan di lapangan, jembatan darurat tersebut kini berdiri kokoh dengan bendera Merah Putih berkibar di kedua sisi. Jembatan ini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sementara itu, jembatan kedua yang selesai dibangun adalah Jembatan Krueng Pelang di Kabupaten Aceh Tengah. Jembatan yang berada di ruas jalan Bereunun–Pameu–Takengon tersebut kini sudah dapat dilintasi kendaraan, termasuk kendaraan berat seperti truk, setelah seluruh rangka jembatan terpasang dengan sempurna.

Rampungnya dua jembatan darurat ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah terdampak bencana.

 

Menghubungkan Kembali 2 Kecamatan

Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda merampungkan pembangunan dua jembatan darurat (Bailey) di Aceh per Jumat (16/1/2026). (Dok TNI)

Penyelesaian pembangunan Jembatan Krueng Pelang terbilang cukup cepat. Pada Minggu (11/1/2026), progres pembangunan jembatan tersebut baru mencapai sekitar 65 persen. Namun, berkat kerja intensif di lapangan, pembangunan berhasil dituntaskan hingga 100 persen pada Kamis (15/1/2026).

Keberadaan jembatan ini dinilai sangat vital karena menghubungkan kembali dua kecamatan di Aceh Tengah, yakni Silih Nara dan Rusip Antara, yang sebelumnya terisolasi akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.

Selain dua jembatan yang telah rampung, TNI juga tengah mempersiapkan pembangunan Jembatan Matang Serdang di Kabupaten Aceh Utara. Saat ini, material jembatan telah didatangkan ke lokasi dan proses perakitan akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Jika pembangunan Jembatan Matang Serdang selesai, akses transportasi masyarakat di wilayah tersebut diharapkan kembali normal. Tidak hanya memperlancar mobilitas warga, jembatan darurat ini juga diharapkan mampu mendukung pemulihan aktivitas ekonomi serta distribusi bantuan dan logistik di daerah yang terdampak bencana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya